SISI LAIN BOY WILLIAM : Sejatinya Aku Ini..

Penampilan dari luar, dia seperti anak kecil yang riang bermain-main, selalu tertawa bahagia. Siapa yang tahu sesungguhnya dia berpura-pura memainkan tokoh Boy William “yang begitulah”; diinginkan oleh banyak orang. Seorang Boy yang kelihatan tak pernah susah hidupnya.

Padahal, di dalam dirinya yang paling tersembunyi, “Aku tuh seorang introvert. Sukanya ngumpet di dalam rumah.
Bahagia? Apa itu bahagia? Aku sukanya bekerja keras, biar mau punya apa-apa bisa beli sendiri. Nggak minta-minta sama orang.”

“Tetapi, apa itu bahagia? Aku nggak ngerti. Karena yang kulakukan itu-itu saja, sama, Dan berulang. Pergi pagi, pulang malam. Kerja, kerja, kerja. Punya duit banyak, tapi untuk apa?”

Dan, tahukah hal paling memalukan dari seorang Boy William yang pernah dilakukan? Uh, selingkuh dan merebut pacar sahabat sendiri! “Ya, begitulah aku, Boy William. Jahat sekali, ya! “

Eh, kok, Boy nangis? Tak apa, semua orang punya masa lalu kelam. Tapi, lupakan. Buang jauh-jauh. Yang penting adalah Boy yang sekarang, yang jauh lebih baik dan mau jujur. Boy yang punya kekasih luar biasa. Karen. Cantik, dari keluarga terpandang.

Mengapa mencintainya, Boy? ” Ya, karena dia baik. ” Sekadar baik saja? Ya. Itu sudah cukup untuk dijadikan bekal ke jenjang pernikahan.

Dan, kau mencintainya, bukan?

Aktor dan Host Indonesian Idol ini mengangguk, tetapi dahinya berkerut. “Sebenarnya sedari awal, jujur aku nggak percaya sama pernikahan. Mungkin karena Papa Mamaku bercerai. Dan, aku dibesarkan My Mom, single parent. Tetapi, toh, di Indonesia nggak boleh hidup tinggal bersama kayak orang Bule. Maunya aku gitu. Jadi akhirnya setelah bertemu pasangan sebaik Karen, ya, aku kepingin menikah dan punya tiga orang anak.”

Dan, Boy berurai lagi air di sudut matanya. Tetapi, kedua matanya masih saja terpejam. Saya menghela napas panjaaang menyaksikan sesi wawancara Boy pascahipnotis bersama
Uya Kuya di Youtube. Entah settingan atau beneran, karena Uya pernah mengaku sebagai “Raja Setting”. Tetapi , ndilalah saya kok, kini memandang seorang Boy William dengan kacamata berbeda alias perspektif baru?

Seperti yang pernah dikatakan Boy kepada seorang badut yang pernah diwawancarainya, “Kita tuh, sama-sama Badut. Bedanya dirimu pakai topeng, dan aku tidak. Tetapi, kita sama-sama Badut dalam memainkan peran sebagai manusia. “

Aha, Boy! Boy William! Apa pun dirimu yang kamu jalani sekarang, ada begitu banyak orang di luar sana yang ingin menjadi seperti dirimu.

Jadi? “Ya, tetap bersyukur saja, sih. Tidak semua orang bisa menjadi Boy William baik yang asli maupun yang berpura-pura…. “

Deal. Disimpan air matamu, ya. Siaplah berpura-pura menjadi… seorang Boy William yang apa adanya. Karena demikianlah sejatinya kita diciptakan.

Ehm.
Berani,’ kan, Boy?

(Effi S Hidayat)

Avatar photo

About Effi S Hidayat

Wartawan Femina (1990-2000), Penulis, Editor Lepas, tinggal di BSD Serpong, Tangerang