Valencya Berterima Kasih Kepada Semua Pihak yang Telah Mendukungnya

Seide.id Valencya alias Nengsy Lim (45) tidak bisa menahan tangisnya, usai Jaksa Agung RI selaku Penuntut Umum tertinggi menarik tuntutan terhadap dirinya yang dinyatakan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis terhadap suaaminya, CYC.

Valencya dituntut satu tahun penjara karena dinyatakan bersalah telah memarahi suaminya, CYC, yang jarang pulang, main perempuan, berjudi, dan suka mabuk-mabukan.

“Terima kasih kepada semua yang telah mendukung,” kata Valencya usai sidang di Pengadilan Negeri Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/11/2021).

Valencya mengaku terharu. Bahkan, sebelumnya ia sempat tidak bisa tidur saat menanti sidang tersebut.

Dirinya merasa bahagia mendengar replik jaksa yang membebaskan dirinya dari segala tuntutan hukum.

Namun, perjalanan masih akan berlanjut. Ia harus menunggu keputusan hakim pada sidang yang akan digelar bulan depan, Kamis (2/12/2021).

“Untuk sementara saya bahagia, tapi perkaranya belum selesai, masih menunggu putusan hakim,” katanya.

Dasar keputusan

Keputusan pencabutan tuntutan terhadap terdakwa Valencya diilakukan oleh Penuntut Umum, Syahnan Tanjung.

Hal itu dilaksanakan berdasarkan keputusan Jaksa Agung RI, mengacu pada Pasal 8 ayat 3 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004, demi keadilan dan kebenaran berdasarkan Ketuhanan YME.

Akhirnya Jaksa Agung RI Intervensi. Tuntutan Terhadap Isteri Yang Memarahi Suaminya, Dicabut

Pada sidang 11 November 2021, Jaksa Penuntut Umum Glendy Rivano menuntut Valencya satu
tahun penjara atas KDRT psikis.

Sementara, CYC, yang kemudian saat itu dilaporkan balik oleh Valencya atas kasus penelantaran anak dan KDRT, dituntut enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun. 

Dengan bebasnya Valencya dari tuntutan tersebut, ia berharap majelis hakim yang akan menyidangkan perkaranya juga membebaskannya dari tuntutan hukum.

“Saya berharap majelis hakim memutus bebas dari segala tuntutan,” kata Valencya.
(ricke senduk)

Istri Marahi Suami Dianggap KDRT Psikis. Tuntutan 1 Tahun Penjara

JANGAN LECEHKAN PEREMPUAN dan MERAMPAS HAK ANAK

About Ricke Senduk

Jurnalis, Penulis, tinggal di Jakarta Selatan