11. Ramawijaya Pandai Ulah Jemparing
Keempat orang putra Prabu Dasarata tampan rupawan. Di Pertapan Giripurna, mereka ‘digulang kawruh’ (diajari ilmu pengetahuan) macam-macam yang baik dan berguna di antaranya adalah: Ilmu ‘olah kaprajan’ (ilmu ketatanegaraan). Ilmu ‘wulangreh kautaman’ (ilmu tatakrama dan sopan-santun). Ilmu ‘olah kaprajuritan’ (ilmu taktik berperang). Ilmu ‘olah gegaman’ (ilmu menggunakan senjata perang) dan lain sebagainya.
Keempatnya memiliki kemampuan dan kecerdasan serta ketrampilan dan ketangkasan masing-masing. Namun demikian yang paling menonjol kecerdasannya adalah Raden Ramawijaya. Ia tangkas, cekatan dan trampil, menguasai banyak ilmu yang diajarkan oleh gurunyq, Bagawan Wasista. Raden Ramawijaya dikenal pandai menguasai strategi perang tetutama dalam hal ulah jemparing (memanah), ia sangat ahli. Ilmu-ilmu lainnya juga dikuasai dengan baik.
12. Kembali ke Kerajaan
Setelah dianggap cukup dalam ‘nggegulang kawruh’, puruhita atau berguru, putra-putra Ayodya diserahkan kembali oleh Bagawan Wasista kepada Prabu Dasarata.
Prabu Dasarata bangga memiliki putra-putra ‘pethingan’ (pilihan) yang menguasai banyak ilmu. Mereka juga menjadi kebanggaan rakyat Ayodya. Para putra Kerajaan Ayodya ini semakin menambah kewibawaan Prabu Dasarata. Rakyat Kerajaan Ayodya hidup damai tenteram. Merasa terlindungi oleh putra-putra Ayodya.
Nama para putra Ayodya terkenal sampai ‘njaban rangkah’ (di luar) Kerajaan Ayodya. Raja-raja di luar Kerajaam Ayodya semakin menaruh hormat kepada Prabu Dasarata. Mereka tidak berani mengusik ketentraman Kerajaan Ayodya.
( bersambung )





