Bantuan asing mulai berdatangan ke Turki, pascagempa 7,8 SR. White Helmets, organisasi kemanusiaan yang berkerja di daerah-daerah yang dikendalikan oleh pemberontak di Suriah, telah meminta pertolongan kepada dunia.
Seide.id – Organisasi perlindungan dan bantuan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa UNHCR mengirim pesawat bantuan pertamanya ke kawasan gempa di Turki timur.
Pesawat Ilyushin 76 yang diterbangkan dari Dubai akan membawa bahan bantuan seberat 37 ton dan mendarat Jumat malam ini (28/10) di Erzurum. Kiriman bantuan lainnya akan dilakukan Sabtu, Minggu dan Senin mendatang, demikian organisasi itu menyampaikan di Jenewa, Swiss.
Menurut keterangan UNHCR, jumlah bantuan yang disediakan dengan barang yang sudah ada di Turki keseluruhannya adalah 4.000 tenda, 50.000 selimut dan 10.000 kasur. Bantuan akan dibawa dengan truk ke kawasan bencana gempa, provinsi Van.
UNHCR belum dapat memastikan seberapa besar kerugian yang disebabkan oleh gempa yang terjadi hari Minggu lalu (23/10).
Organisasi bantuan bencana Turki telah menyediakan 25.000 tenda. Berdasarkan keterangan pemerintah Turki, 40.000 tenda lainnya dan tempat penampungan darurat sedang dipersiapkan.
Menurut keterangan pusat krisis nasional, jumlah korban tewas meningkat menjadi sedikitnya 570, dan warga yang cedera lebih dari 2.550.
Upaya penyelamatan dipersulit dengan turunnya hujan salju. Palang Merah Jerman mengirimkan 500 tenda, juga selimut dan pemanas ke daerah bencana.
Gempa bumi berkekuatan 7,2 pada skala Richter melanda provinsi Van yang terletak di dekat perbatasan dengan Iran hari Minggu lalu. Hampir 2.300 bangunan rusak berat.
Sebelumnya, White Helmets, organisasi kemanusiaan yang berkerja di daerah-daerah yang dikendalikan oleh pemberontak di Suriah, telah meminta pertolongan kepada dunia.
Gempa dengan kekuatan 7,8 magnitude terjadi pada Senin pagi waktu setempat ketika banyak orang masih tidur. Setelah itu, belasan gempa susulan masih dirasakan warga selama berjam-jam.
Regu penyelamat kini masih melakukan tindakan pencarian dan penyelamatan orang-orang yang terperangkap di bawah reruntuhan setelah ratusan gedung hancur di kedua negara.
Turki mendeklarasikan keadaan darurat negara di provinsi-provinsi yang terdampak dan meminta warga untuk tidak menggunakan telepon seluler sehingga tim-tim penyelamat dapat berkoordinasi.
Jutaan orang di Turki, Suriah, Lebanon, Siprus, dan Israel dilaporkan merasakan getaran gempa – yang titik pusatnya berada di dekat Kota Gaziantep di Turki.
Tim SAR menolong korban terluka akibat gempa di Turki.
Kementerian Kesehatan Suriah mengatakan korban meninggal ditemukan di Provinsi Aleppo, Latakia, Hama dan Tartus.
Banyak bangunan runtuh dan tim penyelamat telah dikerahkan untuk mencari korban selamat di bawah tumpukan puing-puing atau reruntuhan dalam skala sangat besar.
Di Turki, para pejabat mengkonfirmasi lebih dari 76 orang meninggal sejauh ini dan 10 kota terdampak gempa, termasuk Kota Diyarbakir. – DW/BBC/dms.






