Serangkaian kegiatan menyambut Ramadan di DIY ini termasuk pendampingan Training of Trainers (ToT) bagi pendamping TPQ Inklusi, TPQ Inklusif Disabilitas Tuli dan Netra, pelatihan bahasa isyarat bagi para pengajar dan pendamping, serta berbagai program edukatif lainnya yang mendukung inklusi dalam pendidikan Islam. (foto yp)
Seide.id – Acara bertajuk Gebyar Difabel itu berlangsung di tengah hujan lebat. Merupakan program kemaslahatan yang digelar oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY. Acara ini menunjukkan kepedulian terhadap pemberdayaan kaum difabel di DIY, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ihwan Ahada, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan misi Muhammadiyah mewujudkan teologi Al-Ma’un, yang mengajarkan sikap welas asih tanpa batas. “Inilah yang terus kami upayakan di Yogyakarta,” ujarnya
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berperan penting dalam pelaksanaan Program Kemaslahatan Berkah Ramadhan 1446 H/2025 M melalui Program Cinta Sesama – Program Inklusif. Program ini diwujudkan bersama dengan Lembaga Amil, Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan MPKS PWM DIY yang diselenggarakan di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY.
Acara ini dihadiri Asisten Walikota Bidang Kesejahteraan Rakyat, Drs. Yunianto Dwisutono, perwakilan BPKH RI yaitu Pimpinan Badan Pelaksana BPKH Bidang Kemaslahatan, SDM dan Umum, Dr. Sulistyowati., M.E., C.F.P., Kepala Divisi Registrasi dan Analisis Kemaslahatan BPKH, Indriayu Afriana dan Kepala Divisi Monitoring Evaluasi dan Pelaporan Kemaslahatan BPKH, Dyah Rahayu, Ketua PWM DIY, Dr. Moh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., serta masyarakat dari berbagai kalangan.
Sebagai bagian dari inisiatif BPKH untuk meningkatkan kesejahteraan umat, program ini menjadi penutup dari rangkaian Program Inklusif yang telah berlangsung selama bulan Ramadhan. – yp.
Gebyar Ramadhan ini diawali dengan pembukaan resmi yang menandai dimulainya serangkaian kegiatan, termasuk pendampingan Training of Trainers (ToT) bagi pendamping TPQ Inklusi, TPQ Inklusif Disabilitas Tuli dan Netra, pelatihan bahasa isyarat bagi para pengajar dan pendamping, serta berbagai program edukatif lainnya yang mendukung inklusi dalam pendidikan Islam.
Pimpinan Badan Pelaksana BPKH Bidang Kemaslahatan, SDM dan Umum, Dr. Sulistyowati., M.E., C.F.P., dalam sambutannya menegaskan komitmen BPKH dalam mendukung berbagai program sosial yang inklusif.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan ibadah. Oleh karena itu, BPKH terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ketua PWM DIY, Dr. Moh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., turut mengapresiasi peran BPKH dalam kegiatan ini. “Dukungan dari BPKH sangat berarti bagi suksesnya program ini. Ini adalah implementasi nyata dari spirit Al-Ma’un yang mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Drs. Yunianto Dwisutono, Asisten Walikota Bidang Kesejahteraan Rakyat menyatakan pemerintah kota sangat mendukung kegia tan yang diinisiasi oleh BPKH ini. “Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, menghapus batas perbedaan, serta memperkokoh persaudaraan dalam Islam,” ucapnya.
Sebagai bagian dari acara, BPKH secara simbolis menyerahkan Al-Qur’an Braille serta mendistribusikan bingkisan kepada santri. Selain itu, BPKH juga turut serta dalam pelantikan pendamping Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Inklusi sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an bagi semua kalangan.
Para pemenang lomba hafalan dan sambung ayat kategori tuli dan netra juga menerima penghargaan atas pencapaian mereka. Akses terhadap pendidikan Al-Qur’an tersedia untuk semua, tanpa terkecuali. “Kami mendistribusikan 50 Al-Qur’an Braille, 200 paket Iqro, serta memberikan paket bingkisan lebaran bagi santri,” jelas Sulistyowati.
Untuk memberikan refleksi dari perjalanan Program Inklusif, panitia menayangkan video dokumentasi yang menggambarkan dampak positif dari kegiatan ini. Acara ditutup dengan tausiyah oleh Ustadz Triyanto, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pesan inspiratif tentang kebersamaan dan inklusi dalam Islam. (yp/d)




