Bersyukurlah Bila Bisa Menangis – Catatan pada Halaman ke-7

Permenungan ini masih ada kaitannya dengan mata. Tiap tetes air mata dapat menggambarkan perasaan seseorang mulai dari rasa bahagia atau sebaliknya rasa duka. Ini kerap terjadi saat seseorang menangis .

Sebagian dari kita mungkin pernah mengalami pergantian emosi dari air mata duka hingga tawa bahagia.

Ketika emosi dukacita dan sukacita dapat disalurkan secara fisik dengan menangis, itu merupakan karunia yang luar biasa mengagumkan.

Kemampuan untuk mengungkapkan emosi dengan air mata adalah sebuah karunia, dan Allah memperhatikan setiap air mata yang kita keluarkan.

Mazmur 56:9 berkata, “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?”

Namun, kelak—kita telah dijanjikan—”Allah akan menghapus segala air mata.” (Why. 7:17).

Ada tiga jenis air mata yang dimiliki oleh manusia: air mata basal, air mata refleks, dan air mata emosi.

Air mata basal berfungsi untuk membasahi dan menjaga kelembaban.

Air mata refleks keluar ketika mata mengalami gangguan, misalnya jika debu masuk ke mata.

Air mata emosi, misalnya menangis, terjadi karena adanya peningkatan lakrimasi karena tekanan emosi.

Masih ada jenis air mata yang lain, tetapi dalam arti kiasan, yakni air mata buaya. Konotasinya negatif. Yang jenis ini pasti bukan bagian dari rencana Allah.

Menurut satu penelitian, perempuan menangis lima kali lebih sering dibanding pria. Dan, perempuan rata-rata menangis selama enam menit, sementara pria hanya dua sampai empat menit.

Saya belum tahu mengapa. Mungkin Anda?

Menurut penelitian, air mata yang mengalir saat seseorang sedih mengandung hormon stres. Itulah sebabnya, sehabis menangis, orang tidak merasa terlalu sedih lagi dan stres berkurang.

Terima kasih Tuhan, Engkau telah dengan sempurna melengkapi kami dengan perangkat kehidupan yang bernama AIR MATA. Jadikan air mata kami menjadi tanda rahmat.

Salam sehat dan tak lelah berbagi cahaya.

Penulis: Jlitheng

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.