Catatan Pada Halaman Ke-4

Untuk sahabat mudaku yang baru saja tuntas menemani ibunya kembali kepada Sang Khalik setelah sakit lebih dari sepuluh tahunan. dan untuk semua sahabat yang dengan setia telah dan sedang menemani ibu bapaknya dalam fase akhir perjalanannya.

Terima Kasih Nak, Telah Mengizinkan Ibu yang Lemah ini Bersandar di Bahumu yang Kuat.

Terinspirasi dari Mateus 11,28.

Kamu memang selalu datang di waktu yang tepat. Di saat aku, ibumu butuh pundak untuk bersandar. Di saat aku, ibumu, butuh pegangan untuk tanganku yang begitu lemah ini. Di saat aku, ibumu, butuh tempat untuk beristirahat ketika kaki telah begitu lelah berjalan sendiri. Ya di waktu yang tepat untuk aku, ibumu, mencurahkan segala kepenatanku “saat itu”.

Terima Kasih. Hanya satu kata yang terucap, namun mengurai begitu banyak rasa dan makna sepanjang hidupnya.

Pakar Psikologi dari University of California, Davis, Robert A. Emmons dalam bukunya yang berjudul Thanks! : How the New Science of Gratitude Can Make Happier mengatakan “Ucapan terima kasih dapat merajut dan mengikat orang-orang kedalam hubungan timbal balik serta membimbing individu pada keterikatan secara emosi”. Lambert, pakar psikologi yang lain menambahkan, “Seseorang yang mengucapkan terima kasih begitu terbuka pada hubungan sosial, lebih komunal, mau berkorban dan membantu individu orang lain”

Diucapkan atau hanya tersirat, Terima Kasih selalu membawa lekuatan magis, seperti unspolen words ibu sahabatku itu.

I’m so honoured and thankful to be your bestfriend…and hoping that it will never end…Happy New Year bapakku…keep on inspiring and touching the people with your magical words .., respons dari sahabat muda saat saya berterimakasih diawal tahun.

Maka, pada halaman ke 4 catatan tahun baru ini saya tulis kisah nyata dan aktual tentang makna Terima Kasih.

Jadi sempatkanlah untuk menyampaikan rasa terima kasih, tetapi mudahkanlah untuk melupakan serta memaafkan sikap orang lain yang tidak mengatakannya. Mari menjadi pribadi yang mau ikut berbahagia dan berbagi didalam setiap kesempatan.

Salam sehat dan tetap ada waktu untuk berbagi cahaya.

Penulis: Jlitheng

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.