China Ingin Menjajah Indonesia ?

China ingin menjajah Indonesia ?

penulis ERIZELI JELLY BANDARO editor MS foto STEEMIT

Tahun 2017 China harus mengeluarkan warganya yang ada di Libya dan Yaman. Situasi saat itu semakin berbahaya. Warga China di negara tersebut adalah para pekerja bidang oil and gas dengan predikat Insinyur. 

Saat itu Komite Rakyat minta agar Xijinping menggunakan kekuataan militer untuk program evakuasi. Xi tidak setuju. Tetapi komite rakyat langsung memerintahkan angkatan laut China bergerak. Apapun taruhan lakukan. Ini nasib rakyat di negeri orang. Amanah konstitusi China memang hak militer ada pada DPR ( Komite Rakyat ). China harus melindungi warganya di mana saja berada.

AS sudah siap siap dengan armada perangnya untuk menghadapi China yang berpotensi masuk dalam konflik di Yaman dan Libia. Xi, mengerahkan semua sumber daya pemerintah untuk melobi semua pihak agar memulangkan warganya tampa kekerasan. Namun tidak ada tanggapan. 

Amerika bahkan ikut memprovokasi dengan mengancam China. Ini membuat kepala para anggota DPR China mendidih. “ Ayolah kita perang,“ kata mereka. Tetapi Xi tetap dengan rancananya lewat persuasi.  

Apa yang dilakukan Xi? Dia mengirim team non kombatan. Mereka orang sipil namun punya skill para militer. 

Tentu mereka tidak dilengkapi dengan senjata. Team kombatan ini kerjasama dengan jaringan bawah tanah untuk mengevakuasi. Caranya ? Mereka menggunakan relawan bulan sabit untuk mengungsikan rakyat yang terjepit diantara perang sipil itu. 

Di tengah kerumunan rakyat yang mau ngungsi itu, mereka selundupkan warga China. Kapal pengangkut pengungsi menggunakan kapal dagang. Namun setelah kapal bergerak, kapal perang China mengawal. Setiap ada rudal yang menyerang kapal itu, langsung diintersep oleh rudal China. Selesai. Tugas kemanusiaan itu tidak menimbulkan politik. 

Tahun 2021, diadakan amandemen UUD China. Komite rakyat tidak berhak untuk memerintahkan perang. Kecuali presiden. Xi tidak mungkin menggunakan kekuatan perang untuk tujuan hegemoni. Karena Xi adalah penggagas proyek OBOR , yang menelan biaya USD 1 triliun di 60 negara. 

Bayangkan, kalau terjadi perang. Semua investasi itu akan hancur. China membangun kekuatan militer bukan bertujuan ekpansi tetapi menjaga perdamaian dalam negeri dan sekaligus menjaga stabilitas kawasan strategis yang dia punya. Itu tidak dengan perang tetapi dengan ekonomi.

Dalam sejarah, China tidak pernah ekspansi, membangun kolonialisme. Malah mereka dijajah oleh AS, Inggris dan Jepang. Jutaan rakyat mati mengusir penjajah itu. 

Bagaimana mungkin negeri yang pernah dijajah dan merasa menderita karena dijajah mau menjajah? Jadi kesaksian Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais), Letjen (Purn) Yayat Sudrajat di sidang pengadilan PN Jaksel, bahwa China berambisi mau menjajah kita, itu hanya retorika, sebagai cara membebaskan petinggi KAMI yang sedang diadili. Itu wajar saja sebagai sikap politiknya.

About Erizeli Jely Bandaro

Penulis, Pengusaha dan Konsultan