Covid-19 Jadi Pandemi, Warga Jerman Kecanduan Kopi

Jerman tak lagi dikenal sebagai negara yang warganya gemar nenggak bier. Sebagian dari mereka mencecap kopi. 66 juta dari mereka mengkonsumsi kopi secara reguler. Harga kopi pun naik 30% di bursa internasional.

SELAMA pandemi Covid-19, banyak orang di Jerman bekerja dari rumah. Perubahan itu ternyata meningkatkan konsumsi kopi secara keseluruhan. Isu krisis iklim juga mendorong banyak konsumen mencari kopi ramah lingkungan.

Home office juga mendorong konsumen mencari kopi yang lebih mahal dengan kualitas lebih baik, kata Holger Preibisch, Ketua Asosiasi Kopi Jerman Deutscher Kaffeeverband kepada Deutsche Welle .

Sepertiga konsumen yang melakukan home office bersedia membayar lebih banyak untuk kopi berkualitas, ketimbang kopi yang biasanya diminum di kantor yang kebanyakan berasal dari mesin kopi otomatis.

Menurut jajak pendapat Asosiasi Kopi Jerman, setengah dari konsumen juga bersedia mengeluarkan uang untuk membeli mesin kopi yang lebih mahal.

Mesin kopi yang paling banyak dibeli adalah mesin kopi dengan kapsul maupun mesin kopi full automatic, yang secara otomatis menggiling biji kopi, lalu dengan menekan satu tombol saja, mesin akan menyeduh bubuk kopi dengan air panas sesuai suhu yang diinginkan. Sedangkan mesin kopi filter yang konvensional, yang dulu digunakan hampir semua orang selama beberapa generasi, sudah mulai ditinggalkan orang.

“Konsumsi kopi tahun 2020 naik secara mencolok”, kata Holger Preibisch. “Kelihatannya, tahun 2021 juga cukup tinggi,” tambahnya.

Selanjutnya, Orang Jerman minum lebih banyak kopi daripada bir

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.