Dialog Imajiner Ferdinand Hutahaean Berbuntut Pelaporan ke Kepolisian

Seide.id – Diduga membuat status dialog imajiner di Twitter yang mengandung SARA, Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan dan ke Bareskrim Polri.

Ferdinand dilaporkan ke Polda Sulsel oleh organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Makassar, terkait cuitannya pada 4/1/2022, dianggap menyinggung agama.

Ferdinand Hutahaean Minta Maaf Dan Jelaskan Maksud Allahmu Lemah, Allahku Luar Biasa

Pelaporan terdata dengan nomor laporan polisi STTLP/B/14/1/2022/SPKT/Polda Sulsel tertanggal 5 Januari 2021.

“Kami sengaja melaporkan Ferdinand ini karena postingannya diduga mengandung unsur ujaran kebencian yang bermuatan SARA,” ujar Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI), Zulkifli, Rabu (5/1).

Diketahui, pada 4/1 sekitar pukul 11.00, Ferdinand menulis status imajiner tentang Allah.

Status ini telah ia hapus karena tidak ingin senakin ramai, namun sempat di screen shoot oleh warganet.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa Maha Segalanya,” begitu ia menulis.

Cuitan Ferdinand dianggap Zulkifli telah menyinggung umat Islam di Indonesia dengan membandingkan Tuhannya dengan Tuhan umat lain sebagai Tuhan yang lemah.

“Menurut kami adalah kalimat yang sengaja membanding bandingkan Tuhannya dan Tuhan umat lain, di mana Tuhannya diposisikan sebagai Tuhan sebenarnya yang memiliki segalanya, sementara Tuhan umat Muslim adalah Tuhan yang lemah,” ungkap Zulkifli.

Bareskrim Polda

Ferdinand juga dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama.

Laporan diterima Bareskrim Polri Rabu sore, 5 Januari 2022 dengan nomor LP/B/007/I/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen (Pol) Ahmad Ramadhan, Ferdinand dilaporkan karena diduga menyebarkan berita bohong.

“Inisial HP, yang melaporkan ada tindak pidana atau dugaan tindak pidana menyebarkan informasi pemberitaan bohong, pemberitaan hoaks, yang mana dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat,” ujar Brigjen (Pol) Ahmad Ramadhan (5/1/2022).

Terkait cuitannya, Ferdinand telah melakukan klarifikasi dan minta maaf lewat videonya pada Rabu pagi, 5/1.

“Saya juga telah menyatakan kalau ada yang tersinggung, merasa terganggu dengan cuitan saya, ya saya minta maaf. Saya memang sudah menyampaikan permintaan maaf sebelum orang menyuruh saya minta maaf, ” ujar Ferdinand.

(ricke senduk)

About Ricke Senduk

Jurnalis, Penulis, tinggal di Jakarta Selatan