JLITHENG
“Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya, dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.” – Aristoteles
Berbagi itu berani. Dengan berbagi secara perlahan seseorang dapat beralih dari pribadi yang lemah menjadi kuat (tidak takut dan makin berani ).
Kita pernah mengulas pepatah yang mengatakan “lebih baik memberi daripada menerima’. Maknanya lebih dalam dari yang terlihat.
Ketika memberi, kita sebenarnya mendapatkan lebih banyak sebagai balasannya. Memang, tidak dalam bentuk yang sama, melainkan dalam bentuk yang lebih bermakna dan berharga.
Dengan mengulur tangan membantu dapat mengangkat semangat seseorang, terutama pada masa-masa sulit. Menjadi seseorang yang lebih baik. Hal itu juga akan menjadi contoh yang bagus untuk keluarga dan sesama.
Contoh Kisah heroik Rumini dan terbaru kisah simpatik David Firdaus.
Dalam perjalanan pulang memboncengkan neneknya dari berkunjung saudarinya yang sakit, David mendengar suara neneknya (Suminah) mengeluh : “dadaku sakit”. Sabar mbah, sabar. Kita ke klinik (reflek tangan kiri pegangi mbahnya dan yg kanan memegang stang motor). Ketika klinik sudah dekat, David menoleh dan melihat mbahnya sudah lemas. Ia memberhentikan motor, dan setengah lari ke klinik sambil menggendong mbahnya. Doanya dikabulkan Tuhan. “ Aku harus mendampingi mak tuwo jika dipanggil Tuhan”. Mak tuwo sudah berpulang menghadap Tuhan ketika petugas kesehatan memeriksanya.
Requiescat in Pace. Mak tuwo telah dimakamkan. Ia telah memelihara harta terindah sampai ujung hayat, yakni mengunjungi saudarinya yang sakit.
“ Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita ( 2 Timotius 1:14 )
Salam sehat dan tak lelah berbagi cahaya.





