Seide.id – Desa Lempur di Kabupaten Kerinci, Jambi, terkenal bukan karena lima danaunya saja. Desa ini juga memiliki masakan tradisional yang unik, gulai licit.
Masakan ini diyakini sangat baik untuk kesehatan tubuh karena berisi banyak rempah dan sayuran.
Gulai licit biasa dihidangkan dalam acara-acara tradisional di Desa Lempur. Misalnya, dalam pesta pernikahan tradisional.
Sekarang, dengan Desa Lempur telah menjadi desa wisata terpadu di Kabupaten Kerinci, gulai licit mudah didapat, meski sedang tak ada acara-acara tradisional. Para turis pun bisa menikmatinya dan ada yang pas untuk yang vegetarian.
Gulai licit dimasak tanpa santan, tak seperti umumnya gulai lain.
Cara memasaknya sampai sekarang masih tradisional, yaitu menggunakan belanga di atas tungku dan kayu bakar.
Dalam daftar bumbu gulai licit ada tanaman khas Desa Lempur, yaitu umbu panjelang. Tumbuhnya di ladang.
Yang digunakan, umbu panjelang yang sedikit tua dan bagiannya yang bulat-bulat, seperti ketumbar.
Yang juga ada dalam daftar bumbunya adalah cabe merah, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, kemiri, daun serai, kulit kayu manis, dan garam.
Semuanya dihaluskan dengan cara digiling.
Daftar sayuran dan bahan lainnya: kentang, biji kacang merah, buncis, jamur kuping, terong bulat, rimbang, pucuk lumai, pucuk daun ubi, dan daun bawang.
Bumbu yang sudah dihaluskan kemudian dimasukkan ke dalam belanga dengan bahan-bahan lain.
Ada juga yang menambah bumbu, sayuran, dan bahan lain itu dengan tunjang, kaki sapi, atau ikan.
Semua dimasak dengan cara dilicit atau dipenyet dalam belanga sampai setengah hancur dan meresap. Makanya, namanya gulai licit.
Desa Lempur berjarak kira-kira 45 km dari Bandar Udara Depati Parbo, Kerinci. Kerinci bisa dicapai dari Kota Jambi atau Kota Padang, Sumatera Barat.
Dari Kota Jambi, bisa naik pesawat selama 35 menit atau 10 jam dengan mobil. (Debbi Safinaz, kontributor Medan) foto: Ragam Indonesia






