Seide.id -Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi. Dalam dua periode pemerintahannya, Jokowi telah membawa perubahan yang positif dan berkelanjutan dalam berbagai sektor, dari ekonomi hingga infrastruktur, pendidikan, dan penanggulangan kemiskinan. Dalam menjalankan tugasnya, Jokowi telah menunjukkan kualitas-kualitas yang sangat penting bagi seorang Presiden yang inspiratif.
Salah satu aspek utama yang membuat Jokowi menjadi sosok yang luar biasa adalah kepemimpinannya yang kuat. Dengan memegang kendali dalam mengambil keputusan yang sulit, Jokowi telah membawa perubahan besar dalam arah pembangunan nasional. Langkah-langkah yang diambilnya seperti reformasi struktural, pemberantasan korupsi, dan upaya peningkatan investasi telah memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain kepemimpinan yang kuat, Jokowi juga memiliki kompetensi dan pengalaman yang memadai. Dengan latar belakang sebagai pengusaha sukses dan gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Jokowi memiliki pemahaman yang mendalam tentang tantangan yang dihadapi oleh sektor swasta dan pemerintah. Keahliannya dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang progresif dan inovatif telah membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi, memajukan sektor industri, dan mendorong investasi di Indonesia.
Integritas Jokowi juga patut diacungi jempol. Sejak awal karir politiknya, ia telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kejujuran, keadilan, dan transparansi. Melalui langkah-langkah pemberantasan korupsi, Jokowi telah memberikan sinyal yang jelas bahwa tidak ada tempat bagi perilaku yang melanggar hukum dan merugikan kepentingan rakyat. Integritasnya yang tak tergoyahkan telah membangun kepercayaan dan keyakinan dalam kepemimpinannya.
Komunikasi yang efektif juga merupakan salah satu kelebihan Jokowi sebagai seorang Presiden. Kemampuannya untuk berbicara dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat luas telah memungkinkan Jokowi untuk terhubung secara langsung dengan rakyatnya. Melalui media sosial dan kunjungan langsung ke berbagai daerah, Jokowi telah mendengarkan aspirasi masyarakat dan menyampaikan pesan-pesan kebijakan dengan jelas dan terbuka.
Dalam pemerintahannya, Jokowi juga telah menerapkan kebijakan inklusif yang mengutamakan kepentingan semua lapisan masyarakat. Program-program seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk pendidikan, Kartu Prakerja untuk pelatihan kerja, dan peningkatan akses infrastruktur di daerah terpencil adalah contoh bagaimana Jokowi berupaya memastikan bahwa tidak ada warga negara yang terpinggirkan dalam proses pembangunan. Dengan memperhatikan kepentingan semua golongan, Jokowi telah membangun fondasi yang kuat untuk mencapai inklusi sosial dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Selain itu, Jokowi juga telah menunjukkan keberanian dalam menegakkan supremasi hukum. Dalam upaya memberantas korupsi dan menindak pelanggaran hukum lainnya, Jokowi tidak ragu-ragu untuk melibatkan lembaga penegak hukum dan mengambil langkah-langkah tegas. Melalui penegakan hukum yang adil dan akuntabel, Jokowi telah memberikan kepastian bagi investor dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bisnis dan pertumbuhan ekonomi.
Keterampilan diplomasi Jokowi juga patut diberikan pengakuan. Dalam menjalankan hubungan internasional, Jokowi telah berhasil memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Melalui kerjasama bilateral dan multilateral, Jokowi telah membuka pintu bagi investasi asing, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan peran Indonesia dalam isu-isu global seperti perubahan iklim dan perdamaian dunia.
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Jokowi telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan Indonesia. Namun, perjalanan pembangunan bangsa tidak berakhir dengan akhir masa jabatannya. Kelanjutan dari visi dan kebijakan Jokowi adalah hal yang penting untuk mencapai tujuan jangka panjang Indonesia. Dalam hal ini, penting bagi pemimpin berikutnya untuk mempertahankan dan memperkuat fondasi yang telah dibangun oleh Jokowi.
Maka untuk menentukan memilih Presiden selanjutnya, kriteria-kriteria positif yang telah ditunjukkan oleh Jokowi dapat menjadi acuan yang berharga. Kepemimpinan yang kuat, kompetensi dan pengalaman, integritas, komunikasi yang efektif, kebijakan inklusif, penegakan hukum yang tegas, dan keterampilan diplomasi harus menjadi pertimbangan utama. Dengan meneruskan dan memperkuat kualitas-kualitas ini, Indonesia dapat melanjutkan perjalanan pembangunan yang berkelanjutan, mengatasi tantangan masa depan, dan mencapai kemajuan yang lebih besar bagi seluruh rakyatnya.
Meneruskan Karya Jokowi untuk Kemajuan Indonesia
Ketika sebuah pemerintahan berhasil mencapai perubahan yang positif dan memberikan dampak yang signifikan bagi negara, penting bagi presiden selanjutnya untuk meneruskan apa yang telah dikerjakan sebelumnya. Begitu pula dengan masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang telah membawa perubahan yang besar dalam pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi presiden selanjutnya untuk mempertahankan dan memperkuat fondasi yang telah dibangun oleh Jokowi.
Salah satu alasan utama untuk melanjutkan karya Jokowi adalah kelanjutan pembangunan. Banyak proyek infrastruktur dan program pembangunan jangka panjang yang telah dimulai di bawah kepemimpinan Jokowi, seperti pembangunan jalan tol, pengembangan bandara, dan peningkatan akses ke pendidikan dan kesehatan. Untuk memastikan keberlanjutan pembangunan ini, presiden selanjutnya perlu menghormati komitmen dan melanjutkan pelaksanaan proyek-proyek tersebut.
Selain itu, melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh Jokowi juga penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan kebijakan. Setiap perubahan kepemimpinan dapat membawa perubahan dalam prioritas dan arah kebijakan. Namun, perubahan yang terlalu drastis dapat mengganggu kontinuitas pembangunan. Dengan meneruskan kebijakan-kebijakan yang telah teruji dan memberikan hasil positif, presiden selanjutnya dapat meminimalkan risiko ketidakpastian dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha, investor, dan masyarakat.
Selanjutnya, perlunya meneruskan apa yang telah dikerjakan oleh Jokowi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja keras dan kontribusi yang telah diberikan oleh Jokowi dan timnya. Mereka telah berjuang untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan yang berdampak positif bagi rakyat Indonesia. Dengan melanjutkan karya mereka, presiden selanjutnya akan menunjukkan penghargaan terhadap kerja keras mereka dan menghormati dedikasi mereka dalam membangun negara.
Demikian juga Presiden selanjutnya tetap perlu melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap program-program yang sudah ada, serta memperhatikan perubahan kondisi dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang. Tidak ada pemimpin yang sempurna, dan ada ruang untuk perbaikan dan perubahan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang muncul. Namun, dengan mempertimbangkan kesinambungan dan melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh Jokowi, presiden selanjutnya dapat membangun momentum positif dan mempercepat pembangunan nasional.
Dalam konteks ini, penting bagi presiden selanjutnya untuk menghormati warisan Jokowi dan bekerja sama dengan timnya yang telah berpengalaman. Melibatkan para ahli dan tenaga ahli yang telah bekerja di bawah pemerintahan Jokowi dapat membantu memastikan kelancaran dan kelanjutan kebijakan yang ada. Sinergi antara pemerintahan sebelumnya dan pemerintahan selanjutnya adalah kunci untuk mewujudkan perubahan yang berkelanjutan dan memajukan Indonesia.
Antitesa Jokowi, Tidak melanjutkan pencapaian
Tidak melanjutkan program yang telah dikerjakan oleh Jokowi akan dapat berpotensi menimbulkan beberapa keburukan yang dapat berdampak negatif bagi Indonesia. Berikut ini adalah beberapa contoh kemungkinan terjadinya keburukan tersebut:
Gangguan pada infrastruktur yang sedang dibangun. Jokowi telah meluncurkan berbagai proyek infrastruktur penting seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, dan jaringan kereta api. Jika program ini tidak diteruskan dengan baik, proyek-proyek tersebut mungkin terhenti atau mengalami penundaan yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Misalnya, pembangunan jalan tol yang belum selesai dapat memperlambat mobilitas dan aksesibilitas antar kota serta menghambat pergerakan barang dan jasa.
Rendahnya kontinuitas kebijakan pembangunan. Kebijakan pembangunan Jokowi yang berfokus pada sektor-sektor strategis, seperti industri manufaktur, pertanian, energi, dan pariwisata, telah menciptakan peluang pertumbuhan dan lapangan kerja. Tidak melanjutkan program-program ini tentunya dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penurunan angka pengangguran. Contohnya, jika program pengembangan sektor pariwisata tidak diteruskan, maka potensi pendapatan dari sektor ini tentu saja tidak akan tercapai sepenuhnya.
Potensi kerugian investasi dan kepercayaan bisnis. Jokowi telah berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui berbagai langkah seperti penyederhanaan regulasi, pemangkasan birokrasi, dan peningkatan kerjasama dengan sektor swasta. Jika kebijakan ini tidak diteruskan, investor dapat kehilangan kepercayaan dan meragukan kestabilan kebijakan di Indonesia. Akibatnya, potensi investasi baru dapat terhambat, dan investasi yang sudah ada dapat berkurang atau ditarik kembali.
Ketidakpastian dalam sektor energi dan lingkungan. Jokowi telah mengambil langkah-langkah dalam mengatasi tantangan lingkungan seperti deforestasi, pencemaran air, dan emisi gas rumah kaca. Jika program-program ini tidak diteruskan, maka masalah-masalah lingkungan tersebut dapat terus memburuk, berdampak negatif pada keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, investasi dalam energi terbarukan yang telah dicanangkan oleh Jokowi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dapat terhambat, meningkatkan risiko ketidakstabilan pasokan energi di masa depan.
Potensi kerugian dalam diplomasi dan hubungan internasional. Jokowi telah berhasil memperkuat posisi Indonesia di mata dunia melalui diplomasi yang aktif dan keterlibatan dalam kerjasama internasional. Tidak melanjutkan komitmen ini dapat mempengaruhi reputasi dan hubungan Indonesia dengan negara lain. Hal ini dapat berdampak pada kerjasama ekonomi, politik, dan keamanan, serta membatasi kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan berpartisipasi dalam keputusan global.
Dengan demikian dalam rangka mencapai kemajuan yang berkelanjutan, Adalah penting bagi presiden berikutnya untuk mempertimbangkan dengan masak akan adanya konsekuensi negatif yang mungkin terjadi jika program-program yang telah dikerjakan oleh Jokowi tidak dilanjutkan. Maka sungguh perlu evaluasi yang cermat, juga dialog dengan berbagai pemangku kepentingan, serta kesadaran akan pentingnya kontinuitas pembangunan Indonesia adalah kunci untuk menjaga kelanjutan pertumbuhan dan kemajuan Indonesia di masa depan.
Dalam hal ini Partai Perindo melalui Ketua Umum telah memutuskan untuk berpihak kepada Capres Penerus pencapaian program kerja Jokowi. Maka dengan demikian partai Perindo mengajak kepada masyarakat dan seluruh elemen pendukung Penerus Jokowi untuk menetapkan pilihan dengan baik dan benar demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
Penulis : Jeannie Latumahina
Ketua Umum Relawan Perempuan dan Anak ( RPA )
https://seide.id/setelah-jokowi-yang-harus-dilanjutkan-dalam-mengelola-sda-dan-sdm-indonesia/






