NAMUN Kerajaan Arab Saudi menghadapi persaingan yang ketat dari negeri jirannya.
Maroko dan Yordania telah lama menjadi lokasi gurun, dengan Wadi Rum berlipat ganda seperti planet Mars di film fiksi ilmiah The Martian tahun 2015 dan lanskap alien di ‘Star Wars: The Rise of Skywalker.’
Arab Saudi juga akan bersaing dengan negara tetangga Uni Emirat Arab, yang telah menjadi latar belakang film laris seperti ‘Mission Impossible: Ghost Protocol’.
Beberapa orang dalam industri film juga mengeluhkan masalah prosedur mendapatkan visa, masuknya peralatan melalui bandara, dan dekade tanpa film berarti lebih sulit untuk mencari aktor aktris lokal daripada di negara-negara jazirah Arab lain yang selama ini lebih toleran dan lebih banyak pengalaman.
Sebagai bagian dari dorongan tumbuhnya industri film lokal, pihak kerajaan juga meluncurkan festival film internasional pertamanya.
Ini adalah perubahan yang luar biasa bagi Arab Saudi, di mana hanya beberapa tahunyang lalu perempuan dilarang mengemudi, restoran dipisahkan berdasarkan gender dan sebagian besar bentuk hiburan, dari konser musik hingga pemutaran film dilarang karena dianggap tidak Islami.
Sejak mengambil kendali sehari-hari pada tahun 2017, Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah melonggarkan pembatasan sosial dan memperkenalkan ekstravaganza konser dan acara tahunan Riyadh Session.
Arab Saudi mengizinkan kembali dibukanya fasilitas hiburan bioskop, dan mengakhiri larangan yang dikenakan pada 1980-an
Arab Saudi kini bahkan menggunakan influencer di media sosial global untuk meningkatkan citra modernisnya. –dms






