Kuliner Nusantara: Warung Mangut Mbah Warno (2)

Heryus Saputro - Mangut di Penggorengan

Semua jenis ikan, apalagi yang sudah diasap, bisa digunakan jadi bahan kuliner mangut. Namun begitu, tiap daerah budaya punya kekhasan masing-masing

Oleh HERYUS SAPUTRO SAMHUDI

BERBEDA dengan gulai, bahan protein yang digunakan pada mangut umumnya berupa ikan laut ataupun air tawar. Umumnya, yang digunakan juga bukan ikan segar, melainkan ikan asap atau ikan selai. Kalaupun menggunakan ikan segar (lele, mujaer, kembung atau lainnya) maka ikan digoreng terlebih dulu, minimal setengah-matang, sebelum dicampur bumbu dan diolah jadi kuliner mangut.

Semua jenis ikan, apalagi yang sudah diasap, bisa digunakan jadi bahan kuliner mangut. Namun begitu, tiap daerah budaya punya kekhasan masing-masing. Mangut di Semarang dan sekitarnya misalnya, biasanya dibuat dari ikan pari yang di Jawa biasa disebut ikan pe atau iwak pe.  Sementara mangut dari daerah Bantul, Yogyakarta biasanya menggunakan ikan lele asap.

Jakarta yang dikitari kawasan luas Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang raya dan Bekasi) adalah pasar besar bagi ragam produk kuliner Nusantara, termasuk mangut yang warungnya kini mudah dijangkau warga Jabodetabek. Satu yang perlu dikunjungi adalah Warung Mangut Mbah Warso di Jalan Mawar RT 004/RW 05 Kelurahan Bojongsari Baru, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Warung Mangut Mbah Warno dan hidangan yang ditawarkannya. foto :heryus Saputro Samhudi

Berbentuk rumah-rumah bambu yang dilengkapi bale-bale, diantara kebun pisang dengan kawasan sekitar yang relatif juga terbuka dan sejuk, Warung Mangut Mbah Warno buka Selasa – Minggu, Pk 09:00 s/d 21:00 WIB. Sila, mau makan lesehan di tikar di lantai rumah utama, atau di bale-bale gubuk terbuka? Asyik buat ngumpul bareng teman sembari menikmati mangut dan kawan-kawannya.


Avatar photo

About Heryus Saputro

Penjelajah Indonesia, jurnalis anggota PWI Jakarta, penyair dan penulis buku dan masalah-masalah sosial budaya, pariwisata dan lingkungan hidup Wartawan Femina 1985 - 2010. Menerima 16 peeghargaan menulis, termasuk 4 hadiah jurnalistik PWI Jaya - ADINEGORO. Sudah menilis sendiri 9 buah buku.