Orah, saudara budaya Orang Komodo – Foto Heryus Saputro Samhudi.
Oleh HERYUS SAPUTRO SAMHUDI
Seide.id 27/05/2022 – Orah atau Komodo (Varanus komodoensis) dulu menghuni nyaris semua pulau besar di sekujur Kepulauan Komodo yang kini menjadi Taman Nasional Komodo/TNK. Namun karena tekanan dan gradasi lingkungan, kini (survey 2007) cuma ditemukan 1.009 ekor di Pulau Komodo, 1.001 ekor di Pulau Rinca, dan beberapa ratus ekor di Gili (Pulau) Motang serta pesisir utara-barat Pulau Flores.
Populasi repril purba pemakan daging ini berbanding dua dengan warga TNK (diluar Papagarang) yang kitaran jumlahnya 4000 jiwa. Sebuah fakta menarik sekaligus unik. Kedua species mahluk ini berabad-abad hidup di tanah yang sama. Bahkan di Kampung Komodo di Pulau Komodo, Kamung Rinca dan Kekora di Pulau Rinca, hal biasa menyaksikan Komodo mendekam di kolong rumah bawah tangga.
Tak heran bila UNESCO memberi TNK predikat natural worl heritage pada 1986, karena bukan sekadar pertimbangan sebagai cagar biosfir tapi juga sebagai cagar manusianya yang sangat bersinergi dengan alam. Tentang eksistensi orah atau komodo misalnya, sejak lama masyarakat menganggapnya sebagai bagian dari keberadaan nenek-moyang gaib dan memperlakukannya dengan hormat.
Ada legenda yang dipercaya menjadi bagian dari sejarah keakraban masyarakat dengan satwa endemik itu. TersebutlahIna Matarea, Putri Naga, yang penuh hormat dipercaya sebagai penguasa alam gaib kawasan itu. Konon dari pernikahannya dengan pria bernama Mayo, lahir anak kembar: bayi laki-laki dan bayi naga.
Bayi laki-laki itu diberi nama Gerong dan dibesarkan di antara manusia; sedangkan bayi naga dinamakan Orah dan dibesarkan di tengah hutan. Mereka berdua tak saling tahu satu sama lain, sampai kemudian Gerong yang berburu di hutan berhasil melumpuhkan seekor rusa. Tapi saat hendak mengambil hasil buruan itu di tengah semak belukar, ia temukan seekor kadal besar tengah mengangkangi tubuh rusa.
Gerong coba mengusir, tapi si kadal balik menyeringai dan menantang. Gerong mengangkat tombak, siap melontarkannya ke tubuh si kadal. Saat itu muncul pendar cahaya di antara keduanya, yang berubah ujud jadi Putri Naga, yang datang melerai. Jangan bunuh satwa ini Gerong. Ia saudara perempuanmu, Orah. Anggaplah ia sesamamu. Hiduplah berdampingan, karena kalian bersaudara kembar.
Lewat legenda yang anak-anak Sekolah Dasar di kampung-kampung TNK pun bisa menceritakannya, bahkan terbit sebagai buku, masyarakat dan orah atau Komodo berdampingan hidup di lokasi sama sejak berabad lalu. Warga berkampung dan hidup dengan mencari ikan di laut sekitar, sedang Orah hidup di hutan dari satwa yang ada di TNK. Semua punya ruang hidup, tak boleh dilanggar. ***
31/05/2022 PK 08:14 WIB






