Let Them Share A Brighter Day – Catatan Halaman ke-80

Penulis Jlitheng

Kalimat diatas ini adalah penggalan kalimat refrain lagu “Let the Children Have a World”, yang dinyanyikan oleh Dana Winner bersama anak-anak tuna wicara.

Let the children have a world, where there is no pain or sorrow, where they all can live tomorrow and they share a brighter day.

Yang menarik adalah cara mereka mengekspresikan lagu itu. Memakai bahasa tubuh, terutama tangan, wajah, bibir, dan mata. Sangat menarik.

Tubuh adalah bahasa yang “diucapkan oleh tubuh kita, secara sadar (terkendali), atau tak disadari (tak terkendali).

Menonton dan menyimak mereka bernyanyi dan arti kata-katanya, jadi trenyuh. Trenyuh karena walaupun tuna wicara, mereka bisa mengekspresikan isi hati mereka melampaui ucapan.

Trenyuh juga ketika oleh masa pandemi ini banyak anak menjadi tuna wicara. Gang sebelah rumah jadi sepi. Tak ada tawa ria anak-anak yang bermain bola. Tak ada lagi terdengar teriakan: “Tolong pakde lemparin bola dong,” ketika bolanya masuk pekarangan. Dan, riuh kembali terdengar ketika bola kami lempar dan satu atau dua anak bersama berucap,“tengkiu Pakde,” sambil tak henti berebut bola.

Riuhnya anak bermain dan bercanda kadang membuat bising. Tapi, perginya riuh dan bising itu membuat hati ini menjadi sepi. Kehilangan moment memperkaya empati. Pandemi datang, riuh pun menghilang. Sepi.

Empati itu penting untuk menopang solidaritas dan kerelaan berbagi bahagia bersama dengan orang lain, termasuk anak-anak. Ada beberapa ciri yang menjadi tanda apakah seseorang memiliki empati tinggi. Berikut ini adalah di antaranya:

Peduli dan baik pada orang lain
Pendengar yang baik
Pandai memahami perasaan orang lain
Sering jadi tempat curhat orang lain
Berusaha selalu membantu orang lain yang menderita
Mudah mengetahui ketika seseorang butuh bantuan.

Let the Children have a world, where there is no pain or sorrow, where they all can live tomorrow and they share a brighter day.

Salam sehat dan tanpa ragu berbagi cahaya.

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.