LifeStyle: Seminggu Tanpa Minyak Goreng (2)


Oleh HERYUS SAPUTRO SAMHUDI

Apa pun hidangan tak harus selalu digoreng – Foto: Heryus Saputro Samhudi.

BUKAN anti minyak goreng atau anti makan gorengan yang gurih kriyuk-kriyuk. Tapi di saat situasi seperti ini, minyak goreng mahal dan yang rencananya dicurah dengan harga murah juga tetap langka di pasaran, apa salahnya kita bersiasat secara positif. Back to basic, ikut cara orang-orang tua kita dulu, bahwa untuk makan enak, lezat dan sehat, makanan harian tak harus selalu digoreng.

Indonesia tak cuma dikaruniai alam subur dan sumber bahan pangan beragam dan melimpah, tapi juga kearifan tradisional dalam mengolah sumber bahan-bahan pangan menjadi sajian makanan yang lezat dan menyehatkan. Pengetahuan kuliner ini eksis sejak dulu, jauh sebelum daging buah kelapa, biji kanola (apalagi buah sawit) diketahui bisa digunakan untuk menjadi minyak goreng.

Enaknya sih dipanggang, Bu…!” kata Kang Ikan – Foto Heryus Saputro Samhudi.

Panggang dan rebus di atas perapian, adalah cara paling klasik dalam masak-memasak makanan, selain memakannya langsung dari bahan yang ada. Tradisi lisan dalam seni kuliner ini hidup dan tumbuh serta dipelajari tiap generasi. Baik untuk diterapkan pada bahan-bahan makanan yang dihasilkan alam, ataupun ragam jenis bahan makanan produk baru yang dilahirkan zaman

Untuk bahan pangan berkarbohidrat misalnya, Indonesia tak cuma kaya beras-petas atau sereal, tapi juga talas-talasan, umbi-umbian. Labu-labuan dan buah-uahan (seperti pisang, nangka, durian, sukun alias BreadFruit dan lainnya) yang sekaligus juga bisa dijadikan bahan sayur. Semua itu bisa dimatangkan dan dimakan dengan cara dijadikan bahan sayur ataupun dipanggang tanpa minyak.

Pilah-pilih yang mau dipanggang atau disayur – Foto Heryus Saputro Samhudi

Demikian pula dengan ikan, daging-dagingan dan bahan protein buatan lainnya. Semua bisa diolah menjadi ragam kuliner panggang atau disayur. Kita tinggal pergi ke kebun memilih dan memetik sayur-mayur, menjala atau memancing ikan, memilih ternak peliharaan, atau membelinya pasar, terserah mana suka, membawanya pulang dan mengolahnya jadi ragam menu masakan tanpa minyak goreng.

Dengan prinsip puasa sejenak dari minyak gorengm kami rancang menu seminggu. Apa dan bagaimana susunannya Terlalu “minteri” kata orang Jawa, ibarat “ngajarin bebek berenang” kata orang Betawi, bila harus dirinci A to Z. So pasti Anda lebih faham urusan merancang menu. Yang penting semua tak harus digoreng dengan minyak yang sedang langka dan mahal. Yuuuk…! Jadikan ini sebagai gerakan. ***

27/03/2022 PK 11:17 WIB.

Avatar photo

About Heryus Saputro

Penjelajah Indonesia, jurnalis anggota PWI Jakarta, penyair dan penulis buku dan masalah-masalah sosial budaya, pariwisata dan lingkungan hidup Wartawan Femina 1985 - 2010. Menerima 16 peeghargaan menulis, termasuk 4 hadiah jurnalistik PWI Jaya - ADINEGORO. Sudah menilis sendiri 9 buah buku.