Makin Mikir, Makin Runyam ~ Cogito Ergo Doleo

Kan udah dibilangin…. bahwa musuh kita itu adalah pikiran kita sendiri.

Orang lain sedang jutek sendiri (padahal itu masalah dia), eh kita jadi sensi. Lalu mikirnya macem-macem. Terus bikin skenario sendiri di kepala kita, berandai ini-itu, menduga anu-ani. Over thinking. Terus nggak happy.

Kalau belum terlalu mahir mengendalikan pikiran, coba deh cara ini. Siapa tahu membantu :

  1. Pakai pikiranmu pada fungsinya. Pikiran itu BUKAN ALAT MERAMAL. Jadi nggak usah deh nebak-nebak. Tanpa data pula. Apa yang mau kamu proses di kepalamu, kalau kamu nggak punya data??? Yang terjadi malah, kamu sibuk mikir : kok dia bersikap begitu sih? Kok dia jahat sih sama aku, padahal kan aku nggak pernah bikin salah ke dia? Dia itu itu ngiri padaku. Dia ingin menjatuhku nih, pasti… Dan semua pikiran ini, NGGAK ADA GUNANYA, selain membuat suasana batinmu semakin gelap.
  2. Berpikirlah kalau mau mencari solusi, membuat perencanaan, dan menyusun jadwal. Atau membangun target dan strateginya. Nah, berpikirlah sekuat-kuatnya di sini.
  3. Lalu, kalau nggak ada yang perlu direncanakan atau dilakukan, misalnya sedang tidur-tiduran denger musik atau ngemil kacang…. ya udah no mind aja. Suruh kepalamu istirahat. Lalu kerahkan awareness pada diri sendiri, pada hal yang sedang kita kerjakan, pada lingkungan sekitar. Cerap semua yang ada AS IT IS. Seperti apa adanya. Nggak usah judgment : nggak usah mikir ‘idih tu tetangga norak, celananya kotak-kotak kayak taplak’ atau pikiran unfaedah sejenis itu.
  4. Kalau kamu lagi aware mengamati lingkungan, lalu kamu melihat orang tajir lewat, misalnya… terus pikiranmu mencetus ‘kok bisa ya dia tajir?’ Nah segera ambil keputusan : gue ini mau mikir atau mau nyinyir? Kalau cuma mau nyinyir dengan pikiran negatif : ‘ah dia pasti korupsi atau piara tuyul’ jitak kepalamu sendiri. Lalu arahkan pikiranmu untuk mikir : ‘kalau aku mau jadi tajir juga, gimana caranya? Modalku apa ya?’
    Nah lalu mulailah berproses mikir dari situ. Cari, apa keterampilanmu yang bisa jadi duit? Masak? Gitar? Nyanyi? Mijet…?

Gitu.

Singkatnya, pakai otakmu untuk berpikir produktif berdasarkan data dan fakta. Lakukan itu sampai jadi kebiasaan.

Filsuf itu, udah bisa berpikir produktif. Makanya mereka bilang, Cogito Ergo Sum : aku berpikir maka aku ada, alias aku eksis. Eksis apa? Ya eksis karena semakin sukses, semakin berprestasi, semakin sehat… dll

Tapi kita…??? Kalau skill berpikir kita masih runyam, maka jadinya Cogito Ergo Doleo : aku berpikir maka aku semakin menderita.

Lihat orang cantik, lalu berpikir : jelas aja dia bisa cantik… wong suaminya tajir. Coba kalau dia semelarat aku, pasti lebih buluk dari aku deh… Setelah itu kita sadar, bahwa faktanya kita buluk dan faktanya dia cantik. Pikiran negatif kita (yang mengecilkan kekayaan suaminya) TIDAK MENGUBAH FAKTA ITU, lalu kita merasa semakin runyam.

Aku berpikir maka aku runyam. Hihihi

Dan jika kerunyaman itu terbiasa dilakukan sejak remaja (karena ortu dan guru juga sama runyamnya, nggak ngajarin kita berpikir produktif, melainkan berasumsi, menuduh, lebay, curiga dll)… maka sampah-batin kita jadi banyak.

Ya wajar kalau jadi beban batin. Numpuk udah nggak jelas bentuknya apa, tapi rasanya nggak nyaman.

Santai. Kamu nggak sendirian. We are all screw ups. Tinggal bersih-bersih aja to…? Yuk mulai.

Nana Padmosaputro

About Nana Padmosaputra

Penulis, Professional Life Coach, Konsultan Tarot, Co.Founder L.I.K.E Indonesia, Penyiar Radio RPK, 96,3 FM.