Seide.id – Masjid Wapauwe, yang masuk kategori 10 masjid tertua di Indonesia, terletak di Desa Kaitetu, Kabupaten Maluku Tengah.
Masjid ini merupakan masjid tertua di Maluku. Usianya mencapai tujuh abad. Masjid ini dibangun pada tahun 1414 Masehi dan masih berdiri kokoh saat ini.
Bagaimana sejarah Masjid Wapauwe?
Pada awalnya masjid ini bernama Masjid Wawane karena dibangun di Lereng Gunung Wawane oleh Pernada Jamilu dari Kesultanan Islam Jailolo, dari Moloku Kie Raha (Maluku Utara).
Kedatangan Perdana Jamilu ke Tanah Hitu sekitar tahun 1400 M adalah untuk menyebarkan ajaran Islam di lima negeri di sekitar pegunungan Wawane, yakni Assen, Wawane, Atetu, Tehala, dan Nukuhaly, yang sebelumnya sudah dibawa oleh mubaligh dari Arab.
Perpindahan lokasi Masjid
Masjid ini mengalami perpindahan tempat akibat gangguan dari Belanda yang menginjakkan kaki di Tanah Hitu pada tahun 1580, setelah Portugis pada tahun 1512.
Sebelum pecah Perang Wawane tahun 1634, Belanda sudah mengganggu kedamaian penduduk lima kampung yang telah menganut ajaran Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Adanya perasaan tidak aman akibat ulah Belanda, Masjid Wawane dipindahkan pada tahun 1614 ke Kampung Tehala, yang berjarak enam km sebelah timur Wawane.
Arsitektur Masjid Wapauwe
Masjid Wapauwe berdiri di atas sebidang tanah yang oleh warga setempat diberi nama Teon Samaiha.
Letaknya itu di antara pemukiman penduduk Kaitetu dalam bentuk yang sangat sederhana.
Masjid Wapauwe berdinding gaba-gaba (pelepah sagu yang kering) dan beratap daun rumbia. Masjid itu masih berfungsi dengan baik sebagai tempat shalat lima waktu maupun shalat lima waktu, kendati sudah ada masjid baru di desa itu.





