Mengenal Permainan Tradisional Gobak Sodor

Seide.id – Permainan tradisional anak kini keberadaannya kian meredup seiring dengan berkembangnya teknologi informasi yang menyebabkan anak-anak zaman sekarang mengalami ketergantungan.

Secara tidak langsung saat anak lebih fokus pada gawai dibanding bermain bersama teman maka akan menimbulkan perilaku individualisme.
Padahal permainan tradisional dulu diciptakan untuk memberi nilai-nilai yang positif seperti gotong royong, sportif serta dapat mengembangkan ketrampilan anak terutama dalam hal psikomotorik.

Salah satu permainan tradisional yang terkenal yakni Gobak Sodor.
Permainan Gobak Sodor juga dikenal dengan istilah Galah Asin.

Gobak Sodor merupakan permainan tradisional yang berasal dari Yogyakarta.
Permainan ini secara umum merupakan permainan yang cara mainnya menghalangi lawan untuk mencapai garis akhir.

Permainan Gobak Sodor biasanya dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 3 orang.
Bentuk lapangannya dibuat bujur sangkar yang pembatasnya ditandai dengan kapur.

Permainan Gobak Sodor bebas dimainkan baik perempuan maupun laki-laki.
Permainan ini terdiri regu penyerang dan regu penjaga.

Regu penjaga menempati posisinya pada garis penjagaan yang nantinya akan dimasuki oleh regu penyerang.

Regu penjaga menghadang regu penyerang tanpa diperbolehkan memindahkan posisi kaki dari garis yang telah ditentukan.

Regu penyerang memasuki garis depan dengan menghindari regu penjaga.
Kaki regu penjaga yang tidak menyentuh garis walaupun berhasil menghadang regu lawan maka akan dianggap mati alias tidak mendapat poin.
Poin bisa diperoleh jika pemain dapat melewati seluruh garis.

(Khoirunnis Salamah)

Avatar photo

About Khoirunnis Salamah