Mengisi Ruang Kosong – Catatan Halaman ke-79

(Foto: WK)

Penulis Jlitheng

Kasus positif Covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada 2 Maret 2020, ketika dua orang tertular dari seorang warga negara Jepang.

Jika demikian, pada hari ini, 21 Maret 2022, pandemi itu di indonesia sudah berumur dua tahun lebih 19 hari.

Jika demikian, pada 2 Maret 2022 setidaknya saya sudah 626 kali mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, setelah saban pagi, enam kali seminggu, menemani partner hidupku berangkat kerja.

Jika rata-rata sehari 10 x cuci tangan, sudah berapa banyak kita menggunakan air selama pandemi ini. Selain cuci tangan, kita butuh air untuk mandi, mencuci pakaian, memasak, minum, dan sebagainya.

Sebuah kesadaran faktual muncul: betapa mutlak air bagi hidup manusia. Guru Illahi kita pun mengibaratkan diri dengan air: “Aku adalah Air yang hidup.”

Sebagai panderek dalem Gusti, saya ingin juga memaknai hidup ini dengan menjadi salah satu fungsi air dalam hidup saya: mengisi ruang-ruang kosong dalam hidup sesama.

Pilihan ini saya landaskan pada kesadaran bahwa seusia saya bukan saatnya lagi mengkoleksi berkat. Sudah waktunya untuk mengalirkan bagi sesama.

Salah satu sifat air adalah mengisi ruang -ruang yang kosong. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu berbagi dalam hidup sehari-hari kita.

Saya tekuni peran itu, pagi demi pagi tanpa henti, seperti air yang mengalir, menulis dan terus menulis Salam Pagi, merenungkan dan membagikannya kepada siapa saja, dengan doa agar Salam Pagi itu dapat mengisi ruang-ruang kosong , baik pikiran atau hati, sesuai kebutuhannya.

Seperti air yang mengalir, saya tak tahu dan memang tak perlu tahu, ke mana saja Salam Pagi itu telah mengalir.

Seperti air yang harus terus mengalir, saya tak pernah punya niat membendungnya dalam bentuk buku atau sejenisnya. Biarlah Salam Pagi ini hadir seperti terbitnya mentari pada pagi hari. Membawa kehangtan dan cahaya baru bagi sesama.

Salam sehat dan tetap bersemangat berbagi cahaya.

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.