Seide.id – Tembakau merupakan kelompok tanaman yang berasal dari genus “Nicotiana”.
Tanaman ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan rokok.
Katherine Kell mengatakan bahwa nama nicotiana merupakan kata turunan dari kata nicotiane atau nicotian yang merupakan nama panggilan tembakau yang ditulis oleh Jean Liebault dan Charles Estienne di dalam buku mereka “L’Agriculture et la maison rustique” pada tahun 1570 yang merupakan penghormatan kepada Jean Nicot.
Nicot sendiri menurut penuturan Willis Herbert Bowen merupakan duta besar Prancis untuk Portugal dari tahun 1959 dan 1961 yang mendapatkan sebuah herba aneh dari Raja Portugal ketika mengunjungi penjara yang didapatkan dari Florida atau mungkin dari tanaman tembakau yang ditanam oleh lelaki Suku Flandria, yaitu Damian de Goes dari benih yang diimpor dari Florida.
Herba ini diberikannya kepada Raja Francois II dan Catherine de’ Medici.
Pemberiannya ini juga yang melekatkan julukan sebagai Grand Prieur (herba duta besar) dan l ‘herbe de la Rein (herba ratu) kepada tembakau.
Habitat Asli Tembakau
Berdasarkan pendapat Jampes, Tembakau (at-Tabghu) pada mulanya adalah tanaman lokal di suatu daerah yang bernama Tobago, suatu negeri di wilayah Meksiko-Amerika Utara.
Pada masa pendudukan Amerika, orang Eropa berbondong-bondong untuk singgah dan menetap di dunia baru tersebut.
Mereka bergaul dengan penduduk (asli) Amerika sehingga tahulah mereka tradisi dan adat istiadat penduduk asli, termasuk dalam hal merokok.
Disamping itu, Wikipedia menyebut jika budidaya tembakau diperkirakan telah berlangsung sejak 6.000 SM.
Tumbuhan tembakau merupakan tumbuhan asli dari Amerika Selatan dan Amerika Utara. Berdasarkan kajian arkeologi, tembakau pertama kali digunakan pada abad 1 SM oleh Bangsa Maya dari Amerika Tengah sebagai rokok untuk kegiatan upacara keagamaan.
Kebiasaan ini menyebar hingga Lembah Missisipi saat Bangsa Maya bermigrasi ke arah selatan Amerika antara 470 dan 630 SM sehingga diikuti oleh suku asli tetangga lokasi mereka tinggal.
Persebaran Tembakau
Berdasarkan pendapat Basyir, sejak abad ke-15, konsumsi tembakau terus tumbuh.
Pada abad ke-18, tembakau telah diperdagangkan secara internasional dan menjadi bagian dari kebudayaan sebagian besar bangsa di dunia.
Kemudian, pada abad ke-19 orang-orang Spanyol memperkenalkan cerutu ke Asia lewat Fhilipina dan kemudian ke Rusia dan Turki sehinga rokok mulai menggantikan penggunaan tembakau pada pipa, tembakau kunyah dan hirup.
Dengan cara itulah, tembakau menyebar ke negara – negara lainnya.
Senyawa Kimia Tembakau
Tembakau mengandung zat alkaloid nikotin, sejenis neurotoksin (racun saraf) yang sangat ampuh jika digunakan pada serangga.
Zat ini sering digunakan sebagai bahan utama insektisida.
Oleh: Khoirunnis Salamah





