Foto : Pixabay
Sudah sangat banyak komentar, renungan, sharing dan tulisan tentang makna Natal, Kelahiran Yesus di kandang Betlehem. Setiap sharing pengalaman dan penghayatan tentang Makna Natal adalah kekayaan pengalaman iman dari pribadi yang membagikannya. Natal terus dirayakan dengan aneka ekspresi, pernak pernik serta ritual keagamaan. Natal menjadi perayaan manusia di dunia, bukan saja umat Kristiani.
Dalam rangka menyambut Natal, serta upaya menemukan makan dari diri pribadi, saya berjuang menemukan jawaban Yesus, tentang makna Natal. Apa pesan dan tanggapannya tentang perayaan Natal hingga saat ini. Lalu, hasil wawancara dan refleksi itu, saya tuliskan dalam sajak:
Jawaban Yesus tentang Makna Natal
Sudah sekitar 2000 tahun
Natal dirayakan di dunia
Kelahiran Yesus Sang Immanuel
di kandang domba Betlehem
terbaring dalam palingan hina
dibungkus dengan kain lampin
Disambut kebingungan para gembala
Saksikan Yesus Maria Yosef
penuh misteri di malam sunyi
Para malaikat bernyanyi merdu
Alam raya bersorak gembira
“Gloria in exelcis Deo
et in terrra pax hominibus”
Sekarang terjadi dimana-mana
Kandang Natal aneka pesona
Lagu Natal indah bergema
Pohon Natal bermacam rupa
Lampu Natal warna-warni
Gemerlap pernak-pernik hiasan
Beragam ekspresi merayakan Natal
Ungkapan salam melalui medsos
Ekspresi arti makna Natal
setiap pribadi yang merayakan
sesuai pemahaman dan kepentingannya
seturut penghayatan sanubari jiwanya
“Yesus, Sang Immanuel
Yesus, Sang Juru Selamat
Yesus, sebagai apa dan siapa…
Natal, artinya apa…..”
Ketika bertemu Yesus
Kutanyakan apa makna Natal
Apa pesan dan tanggapanNya
atas perayaan Natal sekarang
dengan berbagai cara dan bentuknya
Dalam setiap keluarga
Dalam setiap komunitas umat
Di aneka tempat publik
Di publikasi media sosial
Lalu,
Yesus menjawab dan berpesan
“Aku datang untuk semua orang
Aku datang untuk setiap pribadi
dalam semua bangsa dan budaya
Maka
semua tergantung jawaban pribadi
Mau menerima atau tidak
Seperti apa kedatanganKu dimaknai”
Yesus berpesan lagi,
“Semua cara merayakan Natal
itu hak dan pilihan
Inilah alat ukur pribadi
Mau lahir kembali
Mau menerima Kasih Allah
Mau bersyukur atas hidupmu
Mau memuliakan Sang Pencipta
Mau menjadi pembawa damai
Mau memberi dan berbagi
Mau solider dengan sesama
yang miskin papa menderita
seperti mereka adalah dirimu”
Kemudian,
Yesus berpesan dalam pertanyaanNya
“Silakan renungkan secara pribadi
Tanyakan pada dirimu sendiri
Apakah perayaan Natalmu
demi kemuliaan bagi Allah
dan damai bagi sesamamu
Ataukah
Semua perayaan Natalmu
hanya demi kesombongan diri
dan kepentingan pribadimu?”
Belajar merenungkan Kobar Kebencian Kepada Yesus, Menulis Kehidupan -108






