Merenungkan dan Menyibak Pesona Misteri Gulita Malam – Menulis Kehidupan 229

Foto : Robert Karkowski/Pixabay

Dunia malam memiliki aneka pesona, baik di kota maupun di kampung. Apalagi ketika ada di lokasi yang jauh dari keramaian, tanpa alat penerang. Misalnya di gunung, di pantai, di hutan rimba saat berkelana. Banyak kosat cerita, dan pengalaman yang terjadi.

Malam biasanya menakutkan, seram dan saatnya istirahat. Namun, ada juga yang berkelana saat gelap gulita. Ada yang mempesona di malam gelap gulita. Saya tulis dua sajak untuk sharing, karena mengagumi keajaiban panorama malam gelap gulita atau saat sinar bulan terang.

1.
Langkahmu Anggun Pasti

Senyum menawan
penuh pesona menggoda
Datang melangkah perlahan
dan pasti setiap ujung senja
datang membawa cinta
puaskan rindu damba jiwa

Gulita gadis cantik rupawan
datang melangkah pasti
dengan senyum pesona lestari
mengantar selendang malam
kalungkan di leherku
Dan
aku tak mampu menolak

Gulita….
engkau bawa takdir alam
engkau lakukan abdi jagat
engkau setia penuh makna
cintaku tak mampu berpaling
karena ini takdir semesta
karena ini meterai waktu

2.
Misteri Pesona Gulita Malam

Gulita oh gulita
Mengapa mataku tak melihat wajahmu
Mengapa kauikat
ragaku dengan selendang malammu
Aku merasakan pelukanmu
Aku terbuai desah asmaramu
yang tak mampu kupeluk
tapi tak bisa kuhindari

Namun aku penasaran
damba jiwa menyibak misterimu
dahaga nurani raih ajaibmu
pesona cinta semesta
energi dasyat jagat raya
Tak akan pernah tercapai
puaskan rasa naluri insani

Gulita….
Engkau telan jiwa ragaku
Malam…
Engkau hapuskan lapar dahagaku
tentang rasa dan tanya
tentang ajaib dan pesona
tentang misteri cinta
rahasia alam semesta

Gulita Malam…
Pesona ajaib kecantikanmu
tak cukup kata mengucap
Ajaib energi cintamu
tak mampu nalar mengkaji
tak bisa jiwa sanubari selami
Engkau gadis misteri abadi

Gulita Malam….
Hanya kagum dan gentarku
biarkan sepoi angin berhembus
bawa rindu dambaku
terbang memetik bintang
dan menari di istana bulan
Lalu
aku bisa membuka mata
saat fajar pagi tiba

Simply da Flores Harmony Institute

Merenungkan Hakekat Relasi Bahasa dan Pengalaman – Menulis Kehidupan 218