Mohammad Yamin dan Soekarno dengan Peran Puisi Mereka di Mata Denny JA

Seide. Id – Di antara sekian banyak ucapan terkenal Presiden ke-35 AS, John F Kennedy, salah satunya di bawah ini,

Jika saja lebih banyak penyair yang mengerti politik, dan lebih banyak politisi yang membaca puisi, maka kita akan mewariskan dunia yang lebih baik.

Ucapan Kennedy ini kemudian dikutip oleh Denny JA, saat ia bicara tentang Pembacaan Puisi 50 Penyair ASEAN, berkaitan dengan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menariknya, Denny mengingatkan bahwa Mukadimah UUD 45 ditulis oleh seorang oenyair, Mohammad Yamin, yang juga sastrawan dan sejarawan.

“Mohammad Yamin-lah yang menulis mukadimah konstitusi kita. Sejarah mengatakan, pembukaan UUD 45, peran utamanya datang dari seorang penyair,” ujarnya.

Peran penyair dalam politik Indonesia dipuji oleh konsultan politik ini.

“Itulah yang menjadi sumber dari segala sumber hukum politik Indonesia. Begitu hebat peran politik dari seorang penyair,” katanya.

Sementara, siapa pun tahu, Soekarno bukan proklamator saja, melainkan juga merumuskan sukma Indonesia dalam Pancasila.

Tapi, seberapa banyak yang tahu kalau Bung Karno seorang penulis yang menulis banyak buku?

“Bung Karno juga seorang penulis. Berbagai tulisannya di zaman kolonial sudah dikumpulkan. Disatukan dalam buku berjudul Di Bawah Bendera Revolusi,” sebut penulis yang bukunya, Fang Yin Handkerchief, jadi best-seller di Amazon.com.

Di Bawah Bendera Revolusi merupakan buku fenomenal yang menghimpun tulisan-tulisan Soekarno pada masa penjajahan Belanda (1917- 1925).

Namun, Bung Karno bukan hanya penulis hebat. Ia juga membuat puisi.

“Bung Karno bukan hanya menulis buku, ia juga menulis puisi. Salah satunya berjudul, Aku Melihat Indonesia,” sebut pegiat sosial anti diskriminasi ini.

Lantas, apa sebenarnya tujuan dari pendiri banyak lembaga survey ini bicara tentang puisi?

“Kita sudah punya penyair yang punya peran politik. Dan, kita sudah punya politisi yang bahkan menulis puisi. Dan, kita ingin lebih banyak lagi figur seperti ini. Lebih banyak lagi penyair, sastrawan, penulis yang turun ke gelanggang. Lebih banyak lagi politisi bahkan juga pengusaha, ilmuwan yang menulis puisi,” tutur Denny.

Lalu, inti titik akhirnya ke mana?

Dengan demikian, “Maka kita akan mewarisi dunia yang lebih baik,” begitu ungkap Denny JA, melanjutkan ucapan John F Kennedy pada 14 Agustus 2021. (ricke senduk)

Avatar photo

About Ricke Senduk

Jurnalis, Penulis, tinggal di Jakarta Selatan