Pro dan Kontra itu Biasa asal Jangan Korslet

(Foto: WK)

Bagi pribadi yang rendah hati dan berpikir positif, ternyata untuk menolak suatu peraturan atau perundangan itu hal yang sulit. Ibaratnya, untuk membalikkan telapak tangan juga tidak mampu.

Peraturan itu harus dihormati, apapun isinya. Ketika kita menolaknya, hal itu datang dari ego.

Kita tidak berani menerima kenyataan itu, bisa jadi kita naif dan memiliki agenda kepentingan.

Lalu, untuk menggagalkan peraturan itu, kita menggunakan alasan yang tidak masuk akal, tendensius, dan jika perlu memutarbalikkan fakta.

Pribadi yang berpikir negatif itu cenderung sulit untuk menerima kenyataan, tapi mudah korslet karena emosi.

Padahal, peraturan itu dibuat dan diterapkan untuk kepentingan dan kebaikan bersama.

Cobalah berpikir jernih untuk belajar saling memahami, menghargai, dan menghormati satu dengan yang lain.

Begitu pula dengan Surat Edaran Menteri Agama No 5 tahun 2022 tentang pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid.

Tujuan Surat Edaran itu diterbitkan, menurut Menag Yaqut Cholil, merupakan upaya meningkatkan ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga masyarakat.

Belajar mengalah dan memahami orang lain itu cahaya kebijaksanaan.

Beriman kepada-Nya itu kesadaran jiwa. Kita mengabdi kepada-Nya, karena kita ini milik-Nya.

Avatar photo

About Mas Redjo

Penulis, Kuli Motivasi, Pelayan Semua Orang, Pebisnis, tinggal di Tangerang