Tan Sri Muhyiddin Yassin : ‘Ini Lebih Buruk dari Perang!’

Mantan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin yang kini fokus menangani pandemi Covid 19 di Malaysia . Foto : Twitter

Seide.id – Mantan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin menggambarkan memimpin perjuangan negara itu melawan gelombang kasus Covid-19 yang meningkat sebagai “lebih buruk daripada perang”, tetapi ia yakin daerah itu siap untuk kembali sebagai kekuatan ekonomi yang lebih kuat daripada sebelum pandemi.

Tan Sri Muhyiddin Yassin diturunkan jabatannya sebagai perdana menteri Malaysia pada Maret 2020, ketika virus itu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Parlemen menganggap dia lambat dalam menangani krisis penanggulangan pandemi.

Dia mengundurkan diri pada Agustus 2021, dengan masa jabatan 17 bulan membuatnya menjadi perdana menteri terpendek dalam sejarah Malaysia, tetapi dampaknya signifikan.

Raja Malaysia kemudian mengumumkan keadaan darurat. Atas permintaannya Muhyiddin diberikan jabatan khusus unutuk fokus membantu mengatasi krisis kesehatan masyarakat.

Berbicara secara eksklusif kepada The National dalam wawancara pertamanya sebagai ketua Dewan Pemulihan Nasional Malaysia, Muhyiddin mengatakan dia yakin masa depan yang lebih cerah terbentang di depan bangsanya.

“Mendeklarasikan keadaan darurat dan diberikan kekuatan tambahan sangat penting untuk mengelola pandemi,” kata Muhyiddin. “Undang-undang khusus ini telah tersedia selama bertahun-tahun, tetapi jarang diperlukan. Ini adalah pertama kalinya mereka digunakan untuk tujuan ini”tegasnya.

“Orang-orang mengatakan undang-undang darurat ini seperti berperang, tetapi saya memberi tahu mereka bahwa ini lebih buruk daripada perang.”

Pendekatan yang sulit untuk mengendalikan virus

Meskipun keberhasilan awal dalam menjaga kasus tetap rendah, Malaysia mengalami gelombang infeksi dengan puncak hampir 21.000 kasus harian yang tercatat pada awal September 2021.

Keadaan darurat diterapkan dari Januari hingga Agustus tahun lalu, ketika pemerintah Muhyiddin dianugerahi kekuatan khusus untuk memperkenalkan undang-undang baru tanpa suara parlemen.

Denda nyata karena tidak mematuhi aturan ketat Covid-19 dinaikkan dari hanya 1.000 Ringgit menjadi hingga 50.000 Ringgit.

Beberapa penguncian diberlakukan selama pandemi, dengan yang terbaru baru dicabut pada Oktober, memungkinkan warga yang divaksinasi untuk kembali ke kehidupan normal.

Muhyiddin, yang merupakan salah satu pejabat tinggi yang pertama divaksinasi di negara itu, mengatakan kekuatan Malaysia adalah kemitraannya dengan negara-negara sekitarnya selama pandemi. Yang dimaksud olehnya adalah Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebagai koalisi regional untuk mempromosikan kerja sama ekonomi, politik, dan keamanan.

Pertemuan khusus antar negara ASEAN memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, kolaborasi, dan keberhasilan penanganan Covid-19, katanya.

Sejauh ini, lebih dari 60 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech telah diberikan, dengan 25,7 juta orang telah divaksinasi penuh — sekitar 79 persen dari populasi.

Anak-anak sekolah di atas 12 tahun juga memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin, dengan diskusi yang sedang berlangsung untuk menawarkannya kepada anak-anak yang lebih kecil, sesuai dengan panduan internasional.

Selanjutnya, Tindakan drastis diperlukan

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.