Tindakan Bijak yang Tercermin Melalui Pepatah Jawa (Bagian 59)  

Foto : Petra/Pixabay

Pengantar Singkat: Kata-kata mutiara dan nasihat bijak Jawa kuno dari para leluhur Jawa, adalah juga salah satu dari Falsafah hidup bangsa Indonesia yang begitu indah dan penuh dengan makna kehidupan yang mendalam. Semoga dapat menginspirasi Anda dalam menjalani kehidupan Anda sebagai manusia yang sedang selalu berusaha menuju ke arah yang lebih baik.

171. SAPA SULAYA URIPE SENGSARA (Siapa Suka Cekcok Hidupnya Sengsara)

Pepatah jawa ini mengingatkan kepada kita akan akibat buruk bagi orang yang suka membikin masalah, suka cekcok maka hidupnya akan sengsara tidak disukai dan dijauhi banyak orang, kesendirian kesunyian terus-menerus akan membuatnya merasa terkucil dan hidup sengsara.

Jangan suka memancing keributan yang bisa memicu perselisihan dan pertengkaran.  Hiduplah bersatu rukun dan damai agar banyak kebaikan berpihak pada hidup kita, dengan demikian hidup akan berjalan lancar mengalir seperti air dan tidak banyak membuat hidup menjadi sengsara.

172. MANDI UNINE DHEWE (Manjur dari Kata-katanya Sendiri)

Di kalangan masyarakat Jawa dikenal sebuah pepatah pendek, “Hati-hati dengan omongan sendiri.”
Kata-katamu adalah doamu. Kehati-hatian dalam berucap atau berkata bagi orang Jawa lebih mengena pada pengendalian “illat” atau lidah.

Kata “ilat” jika dibalik akan menjadi “tali.” Ya, jika seseorang melalui ucapannya tidak bisa mengendalikan lidahnya ia akan terjerat, tertali oleh ucapannya sendiri.

Jangan sembarangan berucap karena ucapan adalah “mandi” atau manjur. “Numusi,” bisa menjadi kenyataan. Ucapan jelek bisa menjadi kenyataan jelek di dalam hidupnya dan sebaliknya.

173. NGUDI KAWRUH SEJATI (Mencari Ilmu Pengetahuan Sejati)

Setiap orang wajib mencari ilmu. Ilmu yang senyatanya adalah ilmu sejati. Sebuah ilmu pengetahuan yang muaranya pada perbuatan yang baik dan benar.

Ilmu sejati seperti apakah yang diburu oleh orang Jawa? Ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan. Ilmu yang baik dan benar yang bisa mendatangkan “karahayon” atau keselamatan. Ilmu yang demikian itu oleh orang Jawa disebut “ngelmu slamet.” Ilmu pengetahuan yang bisa mengantar kehidupan manusia menuju keselamatan hidupnya yang sejati.

/ Mangkujayan, Gandhok Kidul, 31 Oktober 2022

Tindakan Bijak yang Tercermin Melalui Pepatah Jawa (Bagian 58)

About Y.P.B. Wiratmoko

Lahir di Ngawi, 5 April 1962. Purna PNS ( Guru< Dalang wayang Kulit, Seniman, Penyair, Komponis, penulis serta penulis cerita rakyat, artikel dan buku. Telah menulis 200 judul buku lintas bidang, termasuk sastra dan filsafat. Sekarang tinggal di dusun kecil pinggir hutan jati, RT 021, RW 03, Dusun Jatirejo, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur