X

X

Twitter itu medsos berkirin informasi, media debat terbuka bebas, sementara X adalah media komersil. Keduanya memiliki fungsi berbeda. Jika Twitter dibunuh hanya untuk melahirkan X, rasanya, kali ini Elon bukan orang yang smart.

Twitter sudah tidak (dianggap) ada lagi. Sekarang  yang ada adalah X. Misteri. Situs twitter.com telah beralih menjadi x.com. Anda tak lagi bisa mentwit. Apa diganti men”x” ? Lucu kali Elon Musk ini. Tapi itulah Elon Musk dengan gaya spontannya. Jadi, biarkan saja. Toh itu uang-uang dia. Perusahaan-perusahaan dia. 

Rekan semeja di Twitter kemarin, Linda Yoccarino pernah menyebut bahwa X ini bukan spontan. Didesain 8 bulan lalu. Lumayan lama. Jika X didesain lama, mestinya tim Elon tahu bahwa x.com itu web bekas judi online. Bahkan, kemungkinan ada beberapa orang lagi yang bisa mengklaim X.com adalah ( bekas) miliknya. Mengapa Elon dan Timnya begitu ceroboh ? Malu sampai dibanned sama Kominfo.

Transformasi ini telah membuat evolusi medsos twitter sebagai media pesan, menjadi media “komersil”.  Segala sesuatu diukur dari upah dan ganjaran. Follower diganti dengan view sebab dari situlah view dihitung. Follower itu istilah twitter, sementara X mengenalView. 

Sebab saat ini, kita telah meninggalkan budaya twit. Kia dipaksa masuk dalam budaya X sesuai personifikasi Elon Musk. Serba cepat, serba misteri, serba spontan dan semua berbau uang. Untuk itulah diubaut X setelah burung biru Larry Bird Twitter, ditinggalkan 50% pemasang iklan. Jadi, Elon Musk harus berpikir bagaimana mengembalikan dana pembelian Twitter senilai Rp 680 triliun. X adalah harapannya.

Tak penting Twitter telah menjadi bagian kehidupan manusia, lalu orang mengutuk Elon karena membunuh Twitter. Twitter itu- menurut penggemarnya- mewakili kebebasan berpendapat, diskusi terbuka dan alun-alun kebebasan berpendapat. Apakah pikirannya lurus atau bengkok tak penting amat. Semua diberi panggung bernama Twitter. Namun Elon Musk telah membunuh Burung Lady Bird. Elon telah meruntuhkan panggung besar kebebasan berpendapat. Kini, Elon membuka tirai baru X sebagai panggung komersil.

Kasihan banyak orang merasa kehilangan twitter sementara sang pemilik dengan mudah membunuhnya di depan followernya. Kelak, tak ada follower. Yang ada adalah view. Selama ini orang bangga memiliki follower tapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali kebanggaan. Nanti orang akan dilihat dari berapa viewnya. Jika anda sering berkunjung ke akun Kreator, Elon akan memberi reward, ganjaran, fee, komisi atau apalah namanya. Semua serba dihargai. Bahkan satu view saja dihitung. No follower. Just View.

Kreator, akan menjadi  semacam ruang sponsor yang jika anda berkunjung ke sana, anda memperoleh hadiah. Upah. Mungkin jika upahnya besar, semua orang akan sibuk bermain X untuk cari uang melaluyi Viewer.

Elon juga memiliki ambisinya di bidang video dengan mengembangkan aplikasi SmartTV. Elon juga berambisi menjadi pemain di bidang medsos namun dapat dijadikan arena dagang uang digital. Semua ambisi ini, pesan, kreator, smartTV dan finansial dijejalkan dalam medsos bernama sangat singkat : X. 

Twitter dan X jauh sangat berbeda. Elon mestinya membuat X tanpa membunuh Twitter.  Jika ada yang bilang bahwa kali ini Elon kurang smart. Saya sungguh sangat setuju. 

Elon Musk Membunuh Twitter Di Depan Followernya

Threads Mirip Twitter Rasa Instagram

Menambang Kripto Dari Ponsel

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.