Seide.id – Hongaria. PBB memperkirakan pada Senin, lebih dari 500.000 orang telah lolos dari perang yang berlangsung antara Ukraina melawan serbuan Rusia .
Eksodus massal pengungsi dari Ukraina ke tepi timur Uni Eropa tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, seperti dikutip dari kantor berita Assosiated Press (AP), pada 1/3/2022.
Ada Yang Jalan Kaki
Antrian panjang mobil dan bus diparkir di pos pemeriksaan di perbatasan Polandia, Hongaria, Slovakia, Rumania, dan Moldova yang bukan anggota Uni Eropa. Yang lain melintasi perbatasan dengan berjalan kaki, menyeret harta benda mereka menjauh dari perang dan masuk ke dalam keamanan Uni Eropa (UE).
Beberapa ratus pengungsi dikumpulkan di pusat penerimaan sementara di desa perbatasan Hongaria, Beregsurany.
Mereka menunggu transportasi ke pusat transit, di mana mereka dapat dibawa lebih jauh ke Hongaria dan sekitarnya.
Maria Pavlushko, 24, manajer proyek teknologi informasi dari Zhytomyr, sebuah kota sekitar 100 kilometer barat ibukota Ukraina Kiev, menceritakan keadaanya.
Ia sedang berlibur ski di pegunungan Carpathian ketika minggu lalu mendapat kabar dari rumahnya bahwa invasi Rusia telah dimulai.
“Nenek saya menelepon saya mengatakan ada perang di kota, ”ungkapnya.
Pavlushko berencana melakukan perjalanan dari Hongaria ke Polandia, tempat ibunya tinggal. Sedang neneknya masih di Zhytomyr dan ayahnya tetap tinggal untuk bergabung dalam perang melawan pasukan invasi Rusia.
“Saya bangga padanya,” katanya. “Banyak teman saya, banyak anak laki-laki akan membunuh (tentara Rusia).”
Banyak pengungsi di pusat penerimaan di Beregsurany. Seperti di perbatasan lainnya di Eropa Timur, pegungsi ini berasal dari India, Nigeria dan negara- negara Afrika lainnya. Mereka sedang bekerja atau belajar di Ukraina ketika perang pecah.
Masroor Ahmed, (22), mahasiswa kedokteran yang belajar di Ternopil Ukraina barat, datang bersama 18 mahasiswa India lainnya ke perbatasan Hongaria.
Ternopil belum mengalami kekerasan perang. Tapi mereka berharap bisa mencapai ibu kota Budapest. Pemerintah India telah mengatur penerbangan evakuasi bagi warganya
“Mungkin akan ada pemboman jam depan, bulan depan atau tahun depan. Kami tidak yakin, itu sebabnya kami meninggalkan kota itu,” jelasnya.
Hongaria Buka Pintu
Sebelumnya, Hongaria menentang, menolak keras menerima pengungsi dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia.
Namun kini Hongaria telah membuka pintu perbatasannya untuk semua pengungsi yang melarikan diri dari Ukraina, termasuk warga negara-negara ketiga yang dapat membuktikan kependudukan Ukraina.
Anak- Anak ikut Jadi Korban
Reuters memberitakan, artileri Rusia membombardir distrik perumahan di kota terbesar kedua Ukraina, Kharki, pada Senin. Pejabat Ukraina memperkirakan, puluhan orang tewas pada hari kelima konflik.
Dikatakan Kementerian Kesehatan Ukraina pada hari Minggu bahwa 352 warga sipil, termasuk 14 anak-anak, telah tewas sejak awal invasi – Reuters, 1/3.
(ricke senduk)
Menhan Rusia Mengaku, Ukraina Siksa Tentara Rusia Yang Ditawan Seperti Nazi
Sebelum Ajukan Permintaan Keanggotaan Uni Eropa, Zelensky Tolak Tawaran Kabur Melarikan Diri



