Seide.id.- Dunia fashion Indonesia sedang dihebohkan oleh pemberitaan internasional. Seorang desainer Indonesia, Arnold Saputra atau Arnold Putra, diberitakan telah memesan paket yang berisi organ-organ manusia.
Hal ini menjadi sasaran penyelidikan pihak Kepolisian Federal Brasil. Pihak berwajib tersebut tengah menyelidiki pengiriman paket yang diduga berisi organ manusia. Paket tersebut telanjur dikirim ke Singapura dan menyeret nama desainer Indonesia Arnold Putra.
Menurut penyelidikan awal setelah polisi menggerebek laboratorium di Amazonas State University (UEA), tersangka utama adalah seorang profesor anatomi di kampus tersebut.
“Laboratorium anatomi melakukan ekstraksi cairan tubuh,” demikian bunyi pernyataan polisi, yang dikutip dari laman Vice.
Organ-organ manusia diawetkan dengan metode plastinasi, yang mana bahan-bahan seperti silikon dan epoksi digunakan sebagai pengganti cairan dan lemak tubuh agar organ tetap awet.
Umumnya, negara mana pun di dunia melarang perdagangan organ manusia. Di Brasil, pembelian dan penjualan organ tubuh manusia juga merupakan tindak kriminal.
Dalam kasus paket yang tengah meluncur ke Singapura, pihak kepolisian yang sama menyebut bahwa penerima organ-organ manusia itu diduga seorang influencer dan desainer asal Indonesia, Arnold Putra.
Sebenarnya sensasi rancangan Arnold Putra dimulai pada 2020, ketika seorang perancang busana Indonesia baru-baru ini mendapat perhatian internasional untuk gaya pribadinya yang kontroversial karena rancangannya melibatkan sisa-sisa manusia. Ia mempromosikan produknya melalui Instagram.
Rancangannya yang sebagian besar hanya diketahui dari apa yang diunggahnya di Instagram, foto-fotonya yang telah tersebar di world wide web dan memicu reaksi dari netizen.
Arnold diyakini berusia pertengahan 20-an dan diberitakan dari keluarga kaya, yang terakhir memberikan penjelasan yang layak tentang bagaimana dia berhasil mendanai gaya hidup mewahnya.
Arnold memiliki lini fashion eponim dengan spesialisasi pakaian kulit, sejalan dengan selera gaya pribadinya.
Ia telah melakukan perjalanan ke beberapa tempat yang paling jarang dikunjungi di dunia, yang mencakup desa-desa tempat masyarakat adat dan suku tinggal, pada awal 2016.
Sebenarnya rancangan Arnold mendapatkan ketenaran online setelah tas tangan yang ia rancang pada 2016 muncul kembali. Ia pernah membuat desain dengan lidah buaya. Terakhir ia menggunakan “seluruh tulang belakang anak yang menderita osteoporosis” sebagai pegangannya–keduanya diklaim “bersumber secara etis”.
Tas itu merupakan barang sekali pakai yang dia jual seharga 5.000 dollar AS dan dipasarkannya di berbagai platform desainer kontemporer, termasuk situs The Unconventional, yang berbasis di Inggris.
Foto tas tersebut juga diunggah ke @arnoldputra dan @byarnoldputra, akun Instagram sekunder untuk lini fashion-nya.
Tangkapan layar apa yang diunggah Arnold Putra di Instagram dari2016, yang merinci tulang punggung manusia dan tas lidah buaya.



