Menemukan Pemimpin Sejati – Catatan pada Halaman ke-57

Penulis Jlitheng

Matius 5:20 : “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

VATICAN CITY — Pope Francis went to the Russian Embassy on Friday to “express his concern about the war”, an extraordinary, hands-on papal gesture that came on the same day the Vatican announced he was canceling other upcoming events because of an “acute” flareup of knee pain.

Usually popes receive ambassadors and heads of state in the Vatican, and diplomatic protocol would have called for the Vatican foreign minister to summon the ambassador to him. For Francis, the Vatican head of state, to leave the city state and travel a short distance to the Russian embassy to the Holy See was a sign of his anger at Moscow’s invasion of Ukraine and his willingness to appeal personally for an end to it.

Vatican officials said they knew of no such previous papal initiative.

Vatican spokesman Matteo Bruni confirmed the visit. “The Holy See press office confirms that the pope went to the Russian Embassy to the Holy See on Via della Conciliazione, clearly to express his concern about the war. He was there for just over a half-hour.”

Berita ini tentang kepergian Paus Fransiskus ke Kedutaan Rusia untuk Vatikan, Jumat kemarin (25/2/2022).

Inilah bedanya Paus dengan pemimpin negara yang lain. Biasanya, jika ada hal penting untuk dibahas, pemimpin negara memanggil duta besar.

Dengan meninggalkan cara yang umum itu, Paus Fransiskus ingin menyatakan bahwa masalah Ukraina dan Rusia ini sangat gawat. Beliau ngempet duko (menahan marah) untuk kasus ini.

Paus Fransiskus amat sadar, Ukraina hanya akan dipakai sebagai casus belli atau alasan berperang antara Geng Barat yang pentolannya adalah Amerika Serikat dengan Rusia. Jangan sampai terpancing. Jika Rusia sampai ngebom Ukraina, dengan alasan melindungi, NATO akan ramai-ramai ngebom Rusia. Dan… selain Ukraina akan remuk, Perang Dunia Ketiga akan dimulai.

Indonesia? Pasti akan kena dampak juga.

Maka, Paus yang berusia 85 tahun dan sakit lututnya itu meninggalkan tahtanya dan pergi mendatangi Kedutaan Rusia di Vatican City.

Tolong dicatat… 2 Maret 2022 Pray for Peace.

Salam sehat dan tidak jemu berbagi cahaya.

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.