Tera/LUNA telah pecah menjadi aset yang tak berharga dengan sirkulasi di atas 6 triliun. ( Foto: Technopixel)
Terra/LUNA akhirnya bisa dihidupkan kembali, meski tidak seperti semula. Terutama menyangkut harga. Harga Luna tak bisa segagah dulu lagi di angka Rp 1 juta lebih. Pun begitu, ini penyelesaian “ sementara” yang bisa meredam emosi investor Luna, meski tak menyenangkan.
Di pasaran, sekarang dibanjiri Luna untuk mencoba mendukung harga Terra menjadi 1 dolar AS namun sepertinya hal itu sulit sekali, kalau tak dikatakan mustahil. Masalahnya Do Kwon, pencipta Terra dan Luna enggan mengeluarkan kekayaannya untuk menutup lobang yang ada di Terra, yakni melakukan Peg (Pasak) agar Terra bisa dipatok sama dengan 1 dolar AS, seperti tujuan semula. Sekali lagi ini tidak mungkin, kecuali ada yang memborong semua Luna. Tapi ada persoalan besarl
Luna yang semula beredar sejumlah 2,661,658,600 ( 2,6 miliar) token, dengan maksimal sirkulasi 39,207,845,437 ( 39 miliar) token, sekarang dicetak lagi menjadi 6,9 triliun, yang menjadikan Luna tak berharga seperti sediakala. Luna yang semula di posisi 10 rangking dunia cryptocurrency, kini menduduki ranking 211, jauh di bawah Doge atau Shiba Inu yang diejek sebagai meme koin.
Pada 15 Mei 2002 kemarin, Luna sempat naik 3,000% namun tak lama jatuh kembali harganya menjadi Rp 4,2 dan pagi ini saat berita ini ditulis pk. 07:31, Luna jatuh di angka Rp 3,6. Luna dengan posisi seperti ini tak akan menjadi aset yang diperhitungkan dalam waktu dekata,
Namun ini tampaknya masih sementara. Do Kwon masih berusaha mengatasi. Ia masih ingin token menjadi 1 miliar saja, namun ini tergantung keseriusan bocah jenis Korea itu yang memiliki banyak kekayaan namun tak mau berupaya menyelamaatkan ciptaannya. Ia amemilih menyimpan Bitcoin kedua terbesara dunia yang sepertinya disimpan di Gemini dan Binance dariada menyelamatkan Terra-Luna.
Sayangnya, keangkuhan bocah ini melibatkan banyak investor yang dirugikan akibat ulahnya…
Kripto Berjatuhan Saatnya Investasi






