Kegagalan UST/ LUNA yang Mencurigakan

Kegagalan UST/ LUNA yang Mencurigakan

Sosok pemilik Terra/Luna, Do Kwon yang kontroversial ( Foto: IntrendNews)

Dalam sebuah wawancara, Do Kwon, pemilik Terera/Luna pernah menyatakan bahwa akan ada 90% cryptocurrency di dunia mati. Dan kematiannya itu layak disambut dengan hiburan.

Sekarang, ketika tragedi terbesar dalam cryptocurrency terjadi pada Terra/LUNA, orang ingat pernyataa Do Kwon. Apakah kali ini yang dimaksud oleh Kwon ? Tragedi, rekayasa atau dilakukan secara sistematis ?

Tragedu Terera-Luna memukul semua cryptocurrency. Terra gagal melakukan de-peg ( pasak) atas 1 dolar AS, sehingga Luna sebagai back up, mati-matian menyokong Terra, namun tak berhasil.

Kabarnya, ada dua orang pengusaha berduit yang sengaja memborong UST, lalu membuang ke dolar lain, sehingga nilai UST turun. Namun kedua pengusaha itu dalam pernyataannya di twitter, membantah melakukan itu, 

Jika pemilik Terra/Luna segera bisa nombokin dengan Bitcoin terbesar kedua yang dimiliki, rasanya hal itu bisa teratasi. Namun banyak pertanyaan: benarkan Terra-Luna sudah diatasi dengan Bitcoin milik Do Kwon ? Dalam bentuk kiriman atau pinjaman ?

Kegagalan Terra-Luna ini mencurigakan. Ada jejak yang layak dicurigai. Terraforms Labs telah menghapus US$150 juta likuiditas UST dari Curve. Kemudian, 1 menit kemudian, alamat yang baru didanai telah menjembatani US$ 84 juta UST ke Ethereum. Tak lama, 4 menit kemudian, ia membuang UST, sehingga memicu aksi jual besar-besaran. 

Terraformas Labs segera menghapus US$ 100 juta likuiditas UST dari Curve. Saat UST mulai melakukan depeg( Pasak, seseorang yang tak dikenal mulai membuat ETG dan membeli UST sebanyak US$ 100 juta. Karena UST dijual di bawah pasak ( US$ 1 ), mereka memperoleh untung besar. Operasi seperti ini seperti terorganisasi, dan sistematis.

Terakhir, Do Kwon yang dianggap telah menyelesaikan persoalan Terra dengan dana Bitcoinnya, terlacak bahwa Bitcoin sebanyak 80,934 ( senilai US$ 2,5 miliar) justru disimpan di bursa Gemini dan Binance. 

Sebagai catatan, kegagalan mekanisme yang dimaksud untuk mempertahankan pasak, Luna Foundation Guard ( LFG), organisasi nirlaba yang dibentuk untuk mendukung pertumbuhan ekosistem Terra, mengumumkan bahwa mereka akan membeli hingga US$ 10 miliar Bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Ini dimaksud untuk mendukung stablecoin UST.

Antara Januari dan Mei 2022, sebanyak 80.394 Bitrcoin seniai US$ 3.5 miliar telah dibeli oleh LFG, namun dipakai apa, masih menjadi pertanyaan.

Sementara itu, para pemegang Luna gelisah, khawatir dan ketakutan dana mereka hilang atau tak berharga. Seseorang telah memencet bel rumah Do Kwon dan mencari Do Kwon. Polisi Korea bersiap di jembatan, mengingat kemungkinan akam banyak orang bunuh diri gara-gara kejatuhan Luna. Sebanyak 1,000 orang investor Luna di Singapore telah melaporkan Do Kwon ke pihak polisi dengan menyatakan Terra/Luna adalah crypto scam yang membuat mereka dirugikan. 

Tragedi Terra/Luna adalah jelas rekayasa seseorang atau sekelompok yang ingin mencari keuntungan dari kemudahan orang untuk berinvestasi di cryptyocurrency. Mereka ini yang membuat cryptocurrency menjadi sangat buruk. Ulah ini dilakukan oleh mereka yang memiliki aset banyak untuk menambah uang mereka atau sekelompok orang pintar yang mengakali sistem. 

Akan menjadi tragedi memilukan, jika ini dilakukan orang dalam Terra/Luna sendiri. Silakan menduga sekaligus bertanya: siapa yang paling dituntungkan dalam tragedi rekayasa seperti ini ? Yang jelas bukan imnvestor atau pemegang Terra-Luna yang justru menderita kerugian besar…

Cara Menyimpan Aset Kripto Agar Aman Dari Hacker dan Maling Kripto

Jangan Mudah Percaya Ajakan Orang Beli Crypto Tertentu

Jangan Lupakan Sejarah: Roadmap of Cryptocurrency Lahirnya Bitcoin

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.