Belajar Memaknai Anggota Tubuhku – Menulis Kehidupan 52

Hidup secara rutin, seringkali tidak ada waktu untuk memperhatikan dan mengambil makna dari kebesaran Sang Pencipta dalam diri pribadi. Padahal, ada perpustakaan dan samudera makna dalam diri kita, jika kita merenungkan dan memberi perhatian. Diri kita adalah anugerah Sang Pencipta dengan kekayaan berkah dan makna bagi diri untuk membentuk pribadi yang berguna dan bermartabat.

Dua telingaku untuk mendengar
dibantu dua mataku melihat sumber suara
mendengar apa yang disampaikan
mendengar darimana sumber suara
Namun
Sering kurang kugunakan telingaku
Aku kurang mendengarkan
entah kenapa

Mulutku satu
Sering kupakai bicara
Banyak yang kukatakan
Bahkan selalu suka bicara
berharap selalu didengarkan orang
Bahkan memaksa untuk didengarkan
karena merasa diri benar
Agar selalu diikuti kataku
Aku lebih suka bicara

Zaman now ada medsos
Maka aku juga bicara
dengan media informasi modern
Aku tulis banyak hal
Aku mengontak banyak orang
Aku bicara dengan gadgetku
Setiap hari selalu kutulis
tentang materi apa saja
yang penting menulis
lalu kuposting terus
Entah dibaca atau tidak

Banjir informasi di media sosial
Ilmu pengetahuan berbagai bidang
informasi publik dan hiburan
Hoby dan tawaran iklan
Semuanya tersedia untuk diketahui
Namun
aku lebih utamakan hoby
aku lebih suka hiburan
Jarang kubaca ilmu pengetahuan
kurang kupeduli informasi kehidupan
untuk pemahaman dan kesadaranku
Duniaku lebih fokus selera
dan hiburan semata

Baru kutahu dan mulai sadar
Bahwa pikiranku perlu diperkaya
Bahwa otakku harus diasah
Bahwa belajar itu penting dan sepanjang hidup harus belajar
Bahwa pikiranku harus kaya dan mendalam tentang berbagai hal dan realitas kehidupan
Agar semakin sadar, cerdas dan bijaksana

Zaman now
Kuperlu belajar banyak mendengarkan
agar lebih tahu dan memahami diri pribadiku dan sesama
lebih mengerti alam lingkungan
Kuharus sedikit bicara
hanya yang perlu dan berguna, hanya yang bermanfaat dan bijaksana
Karena itu
perlu banyak belajar membaca
berbagai informasi dan ilmu pengetahuan
sebagai bekal hidup dan pemahaman diriku
sehingga tahu dan mampu berbicara dan menulis
sebagai media untuk pribadi
memberi dan membagi diri
agar hidupku menjadi berkat
agar pribadiku bermartabat

Dengan dua telinga dan sepasang mataku
aku harus lebih banyak mendengar dan memperhatikan
Dengan satu mulutku
aku harus lebih sedikit bicara
Dengan dua tanganku
dan sepuluh jemariku
semoga aku semakin bisa
lebih banyak berkarya
lebih banyak berbagi
lebih banyak memberi
yang baik dan benar
yang bermanfaat bagi sesama
Karena pikiranku cerdas
dan pribadiku bijaksana

Ya Allah Sang Pencipta
Syukur kepada-Mu atas seluruh pengetahuan dan kesadaran ini. Semoga saya selalu mampu bersyukur dan semakin bijaksana dalam.kehidupanku.

(Simply da Flores Harmony Intitute)