Belajar Merenungkan Revolusi Allah – Menulis Kehidupan-105

Peristiwa Jalan Salib Yesus; sengsara, wafat, dan dimakamkan, diperingati secara khusus pada Hari Jumad Agung oleh umat Kristiani. Yesus dari Nazareth, putra Maria, diimani sebagai Putra Allah Sang Juru Selamat. Sampai zaman milenial ini, sekitar 2.000 tahun berlalu, justru semakin banyak pengikut Yesus, yang dihukum sebagai penjahat oleh Pilatus, atas desakan dan demo kaum Farisi serta para tokoh agama Yahudi zaman itu. Merenungkan Jalan Salib Yesus, dalam peringatan Jumad Agung ini, saya membuat Sajak berjudul Jalan Salib Milenial

Sekitar 2.000 tahun lalu
Yesus pemuda Nazareth itu
dihukum memanggul salib
dari Yerusalem ke Golgota
disalibkan, wafat, dan dimakamkan
Lalu
Bangkit dari kubur-Nya
menjumpai ibu dan murid-Nya
Makan bersama-sama dan memberikan amanah
agar Kerajaan Allah
diwartakan keseluruh dunia
“Aku mengutus kalian pergi
berdua-dua masuk keluar kota dan desa
mewartakan kabar sukacita Kerajaan Allah
Baptislah mereka
dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.”

2.000 tahun telah berlalu
Pemuda Nazareth Putra Maria
yang dihukum sebagai penjahat
sedangkan penjahat Barabas dibebaskan
Karena teriakan para pendemo, kaum Farisi, dan ahli taurat yang sangat membenci Yesus
Yang pewartaan dan kehadiran-Nya
membuka kedok kejahatan mereka
Pilatus, penguasa Romawi
mengikuti kehendak pendemo, profokator, dan tokoh agama
“Berikanlah kepada kaisar, apa yang menjadi hak kaisar. Berikanlah kepada Allah, apa yang menjadi hak Allah.”

2.000 tahun telah berlalu
Ternyata Yesus yang
disalibkan sebagai penjahat
diimani miliaran manusia
di seluruh dunia dan mengenang Salib sebagai jalan keselamatan
Bukan hukuman hina
meskipun ada yang mencap bahwa “di salib itu ada jin kafir”
“Barangsiapa yang mau mengikuti Aku, dia harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku.”

2.000 tahun berlalu
Yesus masih memikul salib
bersama para pengikut-Nya
yang juga memikul salib
Yesus menggenapi janji-Nya
“Aku menyertai kamu sampai akhir zaman”
untuk memikul salibmu
Salib materialisme dan hedonisme
Salib atheisme dan individualisme
Salib permusuhan dan perang
Salib ketidakadilan dan penjajahan
Salib neokolonialisme dan kapitalisme
Salib korupsi dan nepotisme
Salib kekerasan dan radikalisme
Salib kanibalisme dan terorisme
Salib kerusakan lingkungan karena kerakusan eksploitasi sumber daya alam
Salib memutlakkan otak tanpa moral dan iman
Salib banjir tsunami informasi
Salib kerakusan dan hawa nafsu
Salib digital milenial.

2.000 tahun telah berlalu
Salib beban derita bertambah
manusia terus berjalan
memikul salib mengarungi zaman
Dan
di zaman digital milenial
Beban salib kehidupan bertambah
ketika tidak mampu mencerna kemajuan teknologi milenial
yang bertuhan pada kemuliaan rasional dan keuntungan duit
Tuhan digital milenial
yang disembah dan menguasai kesombongan ego manusia
Mengucur darah sepanjang jalan
dari jemari ke gadget
dari pikiran ke laptop
dari fakta ke maya
dalam atmosfer digital milenial.

Ya Yesus
Terima kasih atas kasih cinta-Mu
Dalam lautan kerahiman-Mu
kuserahkan segala hidupku
Basuhlah salah dosaku
Engkaulah Andalanku
Engkaulah Penebusku
Jadikanlah diriku
pewarta salib kasih-Mu
semoga hidupku jadi berkat
berguna bagi sesama
Berilah damai bagi dunia
yang semakin galau dengan kesombongan dan napsu.