Bondan Nusantara, Maestro Ketoprak Jogya itu Telah Tiada

Bondan Nusantara Wajah Ketoprak

Sosok seniman yang mendedikasikan dirinya untuk seni ketoprak. Lebih dikenal sebagai penulis dan sutradara. Meninggal saat sedang istirahat dan tidur. Obsesinya mendirikan Sekolah ketoprak belum terwujud.

Seide.id. – Seni Panggung Indonesia kehilangan seorang maestronya. Dialah  Bondan Nusantara. Dia  berpulang pada Rabu (20/4/2022),  pukul 14.30 WIB kemarin. Jenazah yang meninggal di usia 69 tahun, disemayamkan di rumah duka di Kasongan, Kapanewon Kasihan, Bantul – Jogyakarta.

“Saya mendapat informasi itu dari keluarga almarhum. Beliau meninggal sekitar jam 15.00 WIB tadi di rumahnya di Kasongan,” kata seniman Butet Kertaredjasa,  Rabu, 20 April 2022.

Bondan Nusantara lahir di Jogja, 6 Oktober 1952 . Dia dikenal sebagai salah satu seniman panggung yang antimainstream. Produktif menulis naskah dan menyutradarai ketoprak dan melakukan inovasi. Dia pernah membuat konsep pementasan Ketoprak Plesetan Sapta Mandala Kodam VII Diponegoro pada 1991.

Bondan terlibat di panggung ketoprak sejak lulus SMP pada 1970. Dia aktif mengikuti ketoprak keliling Dahono Mataram.

Bakatnya diturunkan dari ibunya yang juga seorang pemain ketoprak. Meski demikian, Bondan lebih dikenal di balik layar. Dia lebih dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah.

Kegemarannya membaca cerita-cerita rakyat dan pewawayangan sejak kecil membuatnya akrab dengan ide-ide cerita pewayangan, mengilhaminya menulis naskah pentas, ketimbang main.

Bondan belajar menulis naskah ketoprak dari Handung Kussudarsana pada 1980. Naskahnya telah dimainkan dan disiarkan di beberapa radio di Yogyakarta, di antaranya di Rasia Lima, Retjo Buntung, dan MBS Kotagede. Dia juga menulis naskah ketoprak sandiwara di TVRI sampai dengan 1999.

Selain menulis naskah panggung, Bondan Nusantara bekerja sebagai wartawan di Kedaulatan Rakyat (taun 1980 nganti 1990) lan Berita Nasional (taun 1991 nganti 1998).

Di tingkat nasional, dia menulis nasional kethoprak di TVRI hingga 1999. Namanya makin kondang setelah menjadi sutradara dan menulis untuk Komunitas Dagelan Mataram Baru. Dhèwèké Dia terpilih Aktor Terbaik Festival Kethoprak se-DIY (1983), Sutradara Terbaik Festival Kethoprak antar Dati II se-DIY (1984-1986), Sutradara Terbaik Festival Pertujukan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (1987),lan Juara III Penulisan Cerpen Bahasa Jawa se-Jawa Timur (1993).

‎Sejumlah seniman di Yogyakarta, pada Rabu (20/4/2022) malam, tampak hadir ke rumah duka di Sentanan, Bangunjiwo, Kasihan, Kabupaten Bantul, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Sejumlah karangan bunga duka cita juga tampak berjajar di jalan di depan rumah duka.

Selanjutnya, Meninggal saat tidur

About Supriyanto Martosuwito

Menjadi jurnalis di media perkotaan, sejak 1984, reporter hingga 1992, Redpel majalah/tabloid Film hingga 2002, Pemred majalah wanita Prodo, Pemred portal IndonesiaSelebriti.com. Sejak 2004, kembali ke Pos Kota grup, hingga 2020. Kini mengelola Seide.id.