Tergiur Bunga Besar Bank

Tergiur Bunga Besar Bank

Ribuan orang rajin berkerumun di depan bank tempat mereka menyimpan uang mereka yang tak bisa dicairkan. ( Foto Dialeksis)

Hari-hari ini, di provinsi Henan, China, ribuan orang tetap mengantre dan berdiri di depan bank, dimana mereka menyimpan uang mereka. Seluruh uang hidup mereka. Sejak April lalu, mereka tak bisa mengambil uang mereka. Para nasabah tak dapat mengakses akun mereka sendiri. Bank menutup akses para nasabahnya yang akan withdraw atau mengambil uang mereka sendiri. Para nasabah stress dan putus asa.

Protes besar-besaran di Henan ini membaut pemerintah mengerahkan polisi, tentara bahkan tank, agar mereka tidak berkerumum.  Tetapi mereka tetap berkerumun di luar cabang bank sentral China di kota Zhengzhou di provinsi Henan.

Beberapa koran setempat menyebut penyebab antrian ini awalnya karena mereka membuka rekening tabungan di 6 BPR di provinsi Henan dan Anhui lantaran bank menawarkan sesuatu yang menarik: Bunga tinggi. Tapi baru beberapa bulan menabung, beberapa kepala bank telah mulai terkena masalah. Bukannya mencari solusi, mereka malah melarikan diri. Mungkin ini solusi untuk menghindarkan diri dari kejaran nasabah dan polisi. Para petinggi bank sudah memperoleh cap sebagai melakukan kejahatan keuangan. 

Nasabah Panik

“Bank-bank membekukan simpanan senilai jutaan dolar pada bulan April, memberi tahu pelanggan bahwa mereka meningkatkan sistem internal mereka,” tulis Daily Express.

 Hal ini menimbulkan kepanikan di kalangan nasabah, yang memadati bank untuk menarik rekening tabungannya.  Mengetahui bahwa mereka tidak dapat menarik uang hasil jerih payah mereka, para deposan bank telah berkumpul di dekat pintu masuk gedung People’s Bank of China sebelum fajar.

 Mereka meneriakkan slogan-slogan dan memegang plakat, dalam upaya untuk menekan pihak berwenang agar mengembalikan uang mereka.  Polisi Zhengzhou juga telah berkumpul di lokasi dengan kendaraan dan senter mereka.

Kerumunan para nasabah yang muncul seetiap menjelang fajar hingga matahari tenggelam, tampaknya akan terus berlangsung. Mereka kebanyakan para petani, buruh dan para pengusaha lokal yang menaruh uang mereka di bank-bank provinsi. Dengan bunga tinggi, emreka berharap dapat memperpanjang hidup mereka dengan lebih baik. 

Mereka lupa, bahwa dalam setiap kenaikan bunga tinggi, muncul masalah serupa: bank tak mamu bayar atau uang dibawa lari pemiliki bank.

Tak hanya di Henan, banyak investor sering lupa kasus-kasus yang terjadi saat bank menaikkan suku bunga tabungan atau deposito. Investor mengerahkan hampir semua uang mereka ke bank. Saat bank kesulitan, atau uang dibawa lari, tamatlah kehidupan para investor. 

Di aset kripto, dalam dua bulan terakhir, masalah serupa juga terjadi dengan modus sama. Jaringan atau pengembang memberi bunga tinggi, sehingga ketika muncul masalah atau penurunan harga, aset investor tak bisa dikembalikan dan mereka memilih bangkrut. 

Menabung, deposito atau investasi, bukan hanya soal berapa bunga yang akan diperoleh, tetapi juga resiko yang layak ditanggung. 

ARTIKEL LAIN:

Energi Bitcoin Lebih Efesien daripada Bank Tradisional

Jangan klik! Phishing BIsa Menguras Saldo Bank Anda

Memahami Bank dan Dunia Kripto Sebelum Masuk Uang Digital

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.