Cat

Seide.id – Cat, harap dieja seperti dunsanak mengeja kata ‘catat’ pada awal suku kata dan ‘pucat’ pada akhir suku kata. Sebab jika dunsanak mengeja ‘ket’ seperti mengeja ‘lengket’ atau ‘jaket’ pada akhir suku kata, maka artinya lain lagi.

Ada anekdot tentang ini. Seseorang melihat tulisan di sebuah toko, bunyinya begini: “Cat baru tiba. Tersedia berbagai warna yang lucu!” Lalu, dia bertanya kepada penjaga toko:

“Ada cat Angora?”
Penjaga toko dengan terheran-heran menjawab: “Tidak ada”
“Ada cat Mesir berwarna hitam pekat?”
“Tidak ada”
“Kalau begituuu,…kucing kampung juga tidak apa-apa. Ada kucing kampung belang 3?”
“Kami tidak menjual kuciiiiing!”
“Lalu kenapa di depan toko ada tertulis “Cat, baru tiba?!”

Dalam senirupa dua dimensi atau senilukis, ada 3 istilah (paling tidak, aku mengenalnya demikian): ‘oil base’ dan ‘water base’ dan bubuk (powder base?).

Aries Tanjung

Terus terang jenis ke-3 jarang terdengar. Seperti kita maklum, bahwa base -bagi kita- lebih familiar dengan kata basis, meski keduanya adalah bahasa Inggris. Yang artinya adalah:(ber)dasar(kan). Jadi bolehlah jika kita katakan bahwa senirupa ‘oil base’ adalah seni rupa berbasis (cat) minyak. Dan ‘water base’ adalah senilukis berbasis (cat) air.

Pelukis, biasanya menggunakan cat minyak di atas kanvas. Karena, secara fisik, kertas lama-kelamaan akan rapuh karena ‘termakan’ oleh cat minyak. Meski ada juga beberapa maestro menggunakan cat minyak di atas kertas. Pelukis maestro Lee Man Fong, misalnya. Oil atau minyak berbentuk pasta. Jika ingin lebih encer, maka harus diencerkan dgn minyak atau tiner. Ada juga berbentuk padat, mirip lilin. Namanya oil pastel (crayon).

Water base, secara harafiah artinya adalah ‘berdasarkan air’. Media ‘water base’ yang paling umum dikenal adalah: cat air. Jarang orang mengenal akrilik sebagai ‘cat air’. Padahal akrilik juga termasuk cat air.

Ada perbedaan yang membuat orang gak ngeh, jika akrilik itu sebetulnya juga cat air. Cat air, mudah luntur. Jika suatu warna ditimpa warna lain, maka warna akan bercampur, meski sudah kering, apalagi basah. Maka lukisan cat air, umumnya jika lukisan dianggap selesai, dilapisi dengan sejenis vernis transparan, supaya lukisan tak luntur terkena air. Itu makanya lukisan cat air kerap diberi bingkai berkaca. Berbeda dengan akrilik. Meski akrilik juga dicampur air, tapi jika sudah kering, lukisan tak akan luntur.

Lalu ada media bubuk (bolehkah aku terjemahkan dengan ‘powder base’?). Kapur, arang, pensil, arang batu (charcoal), bolehlah disebut media powder base. Kapur dan arang, mungkin akan lebih ‘masuk akal’ jika dikatakan bubuk. Tapi…pensil dan arang batu?

Pensil sebetulnya adalah bubuk arang batu yang dipadatkan lalu ‘dibungkus’ kayu, supaya mudah menggunakannya. Demikian juga arang batu.

Aku pernah dihadiahi tinta Cina, langsung dari Cina (di sini ada juga sih) berupa batu. Lengkap dengan mangkok air dan semacam sendok dan kuas. Jika ingin menggunakan, bubuk yang telah dipadatkan sedemikian rupa menjadi batu itu, harus digerus lebih dulu di sebuah wadah (sebaiknya juga batu). Setelah menjadi bubuk, lalu dicampur dengan air, maka jadilah tinta Cina. Jika sudah kering, daya rekatnya kuat sekali.

Egg tempera aku anggap juga media ‘powder base’.

Egg? Telur? Yak betul, telur! Bubuk warna-warni direkatkan dengan telur. Malah ada pelukis yang membuat (maksudku mencari) warna-warni sendiri dari bebatuan, menggerusnya, lalu dicampur telur sebagai perekat.

Aries Tanjung

Dalam bayanganku, sang pelukis, tentu dengan mudah memperoleh warna: putih, ocre (krem?), kuning tua, coklat, merah tua dan hitam. Tapi akan kesulitan mencari warna-warna hijau dan biru. Meski jika ketemu .. warna-warni hijau dan biru pada batu, pasti warna biru atau hijaunya sangat indah, mencengankan dan ajaib.

Aku, pernah menggambar dengan telur sebagai perekat. Tapi bubuknya adalah kapur atau cat air. Dengan media memanfaatkan warna-warni batu, digerus menjadi bubuk, lalu telur sebagai perekatnya sih belum pernah. Mungkin menarik untuk dicoba.

Tapi, batu warna-warninya dari mana..?


Ilustrasi: Aku share beberapa sketsa, gambar dan lukisan. Dikerjakan dengan media pensil, crayon, arang batu, cat air, cat air dicampur telur, cat akrilik dan cat minyak…

(Aries Tanjung)

Mas Wendo, Aji dan Alex