Masih pagi, tetapi jalanan macet.
Ternyata, itu karena ada perseteruan hebat antar dua pengendara sepeda motor. Dari beberapa orang yang ada di situ, didapat info bahwa “Perseteruan dimulai karena salah satu pengendara sepeda motor tanpa sengaja menyenggol pengendara yang lain.”
Mereka beradu argumen dan membenarkan diri. Yang paling mengejutkan adalah terlihat kalung salib yang tergantung di leher kedua orang yang sedang berseteru itu. Terpikir di benak ini, “Katanya Kristen, katanya mengasihi, tapi kok begitu?”
Identitas Kristen selalu menjadi sorotan di dunia ini. Kristen itu identik dengan KASIH, namun ada yang tahu dan ada pula yang pura-pura tidak tahu, ada yang mewujudkannya lewat kata dan perbuatan baik, dan ada pula yang seperti dua pengendara motor itu. Rupanya identitas Kristen bukan pada kalung salib atau rosario yang dikenakan seseorang.
Heran sih, ketika melihat ada orang yang di gereja menangis-nangis sambil berkata mencintai Tuhan, rajin ibadah, berdoa, puasa, bederma, bahkan menjadi pelayan Tuhan, tetapi tak mampu memaafkan orangtuanya, sakit hati tak sembuh-sembuh dengan saudaranya, dendam tak kujnjung padam dengan sesama warga lingkungan, dan bahkan pasangannya.
Jikalau seseorang berkata , “Aku mengasihi Allah,” tetapi membenci saudaranya, berarti ia pendusta; sebab, barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang bisa dilihat apalagi dengan Allah yang tidak bisa dilihat.
Doa meluluhkan hati yang beku. Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu (PS 854).
Salam sehat dan tak lelah berbagi cahaya.
Penulis Jlitheng





