Catatan pada halaman ke – 20 Semua Ini Demi Dia (1 Petr 4)

Saya bersahabat dengan seorang ‘aktivis gereja’ yang sudah lebih dari 40 tahun bermain piano untuk IBADAT. Sahabat yang lain tak bosan terus berkiprah dalam dunia komunikasi yang berjuluk BERITA UMAT . Keduanya berlatih tak henti, berupaya mengemas diri, bukan tentang profesi, tetapi tentang pekerjaan yang diyakini sebagai karunia. Mereka dihormati karena terus berbagi, dicintai karena tak henti melayani, dibidangnya masing-masing.

Di dunia ini, kita semua memiliki bagian masing-masing untuk berkontribusi dalam pekerjaan Tuhan. Dalam setiap karunia, materi, pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki, dalam setiap hubungan, profesi, dan waktu yang kita jalani, dalam semua hal itu kita selalu mendapat panggilan untuk melayani Tuhan.

Jadikan segala pekerjaan kita, apa pun itu, sebagai bentuk pelayanan kita kepada Tuhan, sebagai saluran untuk menjadi berkat buat orang lain.

“Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan kebaikan Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah.”

Dengan cara demikian Allah dimuliakan dalam segala sesuatu dan kita telah ambil bagian dalam pekerjaan-Nya.

Di-usiaku yang tidak lagi muda ini, saya ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan dengan menulis. Untuk menggenapi apa yang dulu pernah kubhaktikan.

Urip kuwi urup. Ibaratnya obor, hidup harus tetap bernyala, kalaupun nyalanya tak lagi sempurna.

Salam sehat dan teruslah bernyala sampai padam nyalamu. (Jlitheng.)

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.