Dampak Perang Ukraina: Industri Otomotif Jerman Langka Gas Neon dan Nikel

Pabrik VW Jerman

Akibat boikot ekonomi Eropa, China diuntungkan oleh limpahan bahan baku yang murah dari Rusia. Satu-satunya pilihan yang tersisa bagi produsen Barat adalah memperluas hubungan bisnis dengan negara-negara penghasil nikel lain seperti Indonesia atau Filipina.

Seide.id – Sektor otomotif Jerman sudah menghadapi kelangkaan bahan-bahan penting sebelum invasi Rusia ke Ukraina. Pandemi COVID-19 menyebabkan hambatan pasokan semikonduktor secara global. Lalu sejak perang di Ukraina dimulai pada 24 Februari, harga minyak, gas dan batu bara melonjak tajam. Sekarang muncul kesulitan baru: kelangkaan bahan-bahan mentah penting seperti gas neon dan nikel.

Volkswagen (VW), produsen mobil terbesar di Eropa, mengatakan kepada Deutsche Welle ini masalah serius yang bisa berlangsung untuk waktu lama. Pengamat ekonomi juga mengingatkan pentingnya masalah ini segera ditangani.

“Tidak boleh ada yang meremehkan ancaman kekurangan pasokan bahan baku penting bagi produsen mobil dan pemasok mereka,” kata pakar industri otomotif Stefan Bratzel dari Center of Automotive Management (CAM) kepada DW. “Ini pada akhirnya mengarah pada kenaikan harga, bahkan masa tunggu yang lebih lama bagi pelanggan untuk mobil baru, dan akan memperlambat peningkatan elektromobilitas.”

Selanjutnya, Gas neon dari Ukraina, nikel dari Rusia

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.