DANDAN – DANDAN ROSO. Mempercantik Hati

VATIKAN (Katollikku) – “Dosa-dosa daging bukanlah yang paling serius.” “Dosa yang paling serius adalah kesombongan dan kedengkian,” kata Paus Franiskus dengan tegas.

Demikian tulis www.dailymail.co.uk, Rabu, 08 Desember 2021, lalu.

Paus membuat urutan kesalahan (dosa) terburuk seperti itu dalam konteks pengunduran diri Uskup Agung Paris, Michel Aupetit yang berhenti setelah ramainya gosip dan tuduhan penuh kebencian tentang “hubungannya dengan seorang wanita” anonim sebelum dia diangkat menjadi uskup.

Sedihnya adalah jika kita membaca atau mendengar berita …. ada hubungan seperti itu, pikiran kita akan jadi kepo , dengan siapa, intim nggak. Lebih lanjut ada kecenderungan kulak warto. Memburu berita.

Lebih sedih lagi, lahirlah satu paket pemberitaan yang jauh dari benar. Ini tinggal meledaknya Banyak bumbu penyedapnya yang pedas yakni kesombongan dan kedengkian.

Itu kira – kira yang saya tangkap dari pernyataan Paus tentang dosa paling serius, yang mengalir dari pikiran dan hati manusia, yang melahirkan kebencian publik dan mengakibatkan terjadinya character assaination seperti yang dialami Uskup Agung Paris, Michel Aupetit. Sedihnya ya Paus kita, harus menerima pengunduran diri sahabatnya.

Makin sayup terdengarnya lagu : Tentrem , tentrem, trntremo sajagad royo. Damai itu makin gersang.

Apa yang harus kita lakukan agar ke – kepo – an kita tidak menyebabkan mimpi buruk bagi orang lain?

“Saksi dusta tak akan luput dari hukuman, orang yg menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.”
(Imamat 19 : 11-12)

Supaya bibir kita tidak terpeleset, ada 5‎ hal mesti kita perhatikan baik-baik:‎

Kepada siapa kita berbicara?‎Siapa yang kita bicarakan?‎
Bagaimana cara kita bicara?‎Kapan kita harus berbicara?‎
Di mana kita berbicara?

Mungkin kini saatnya kita belajar untuk menggigit bibir lekat-lekat dan mengendalikan jari-jari kuat-kuat agar tidak terpeleset jadi bagian dari HOAX atau GOSIP.

Gosipadalah bentuk lain dari berbohong, dengan penyedap utama iri dan dengki misalnya tentang pernikahan atau perceraian seseorang, karier seseorang, reputasi seseorang.

Semua itu menyebabkan mimpi buruk, muncul rasa curiga dan menimbulkan kesedihan, umpatan dan terdengar seperti desis ular, ‎yang menyakiti hati orang lain.

Kita pegang prinsip SARING sebelum SHARING sesuatu kepada orang lain:‎

Apakah itu Benar ?‎
Apakah itu Bermanfaat?
Apakah itu Menginspirasi?‎
Apakah itu Penting?‎
Apakah itu Baik?

Dan kita melandasi pikiran, hati dzn tindak-tanduk kita dengan terus berdoa : “Sed Libera Nos Amalo”

Salam sehat dan tetap berbagi cahaya kendati dengan menahan diri.
( Jliteng )

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.