Di Balik Panglima TNI Andika Perkasa, Ada Istri Perkasa, Diah Erwiany

Seide.id – Inilah sosok yang mengiringi perjalanan Andika Perkasa dalam suka dan duka, Diah Perkasa. Bersama Diah, pada 17 November 2021, Jenderal Andika berhasil mencapai puncak tertinggi dalam perjalanan kariernya, sebagai Panglima TNI.

Tentu kemampuan Andika, yang memiliki tiga gelar dan lulusan Harvard, AS, tidak perlu diragukan.

Namun, peran istrinya tidak bisa diabaikan.

Seperti bunyi kalimat bijak, di balik keberhasilan suami ada peran istri yang mendukung.

Begitu juga sebaliknya, di balik kegagalan suami, bisa jadi ada istri yang reseh, bikin ribet, tidak mendukung karier suami.

Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono.

Itu nama lengkapnya. Ia lahir pada 1971 dan dipanggil Hetty.

Lho, kog tidak nyambung?

Memang.. Karena saat ia lahir, 3p tuanya belum menyiapkan nama. Akhirnya, orang tuanya memberi penggalan nama mereka.

Nama ayahnya He dro dan ibunya, Ya ty. Penggalan ini lalu digabung, seperti dijelaskan Diaz Hendropriyono, adik Hetty.

Datang dari latar belakang keluarga yang disegan, Hetty putri pertama dari Jendral TNI (Purn), AM Hendropriyono.

Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. drs. H. AM Hendropriyono, S.E., S.H., M.B.A., M.H., adalah Kepala Badan Intelijen Negara pertama, yang dijuluki The Master of Intelligence.

Dibesarkan dalam lingkungan keluarga prajurit, Hetty menjadi perempuan dengan pribadi tegas dan keras.

Boleh dibilang, Hetty merupakan perempuan dengan warna pribadi Hendropriyono dengan jiwa kepemimpinannya.

Bersyukur, jodoh mempertemukannya dengan pribadi yang serupa dirinya.

Seorang prajurit berprestasi. Dikenal sangat disiplin dan tegas. Andika Perkasa.

Menikah dengan Andika, otomatis hidup Hetty mengalami perubahan mengejutkan. Dari putri seorang jenderal, menjadi istri kapten.

Dinamika ini ia lalui tanpa mengeluh. Kemudian masuk pada istri Letkol. Tinggal di Sibolga dan seterusnya, sampai ibu dari dokter Arthur Perkasa ini menjadi istri Panglima.

Pribadi aktif yang peduli

Dalam kesehariannya, penyuka kebaya dan jarik ini aktif dan berhasil memimpin organisasi istri TNI.

Masuk ke luar kampung, gang-gang kecil gelap, bukan hal tabu bagi lulusan S2 yang kerap membagikan bantuan sosial ini.

Dikenal sebagai pribadi murah hati, Hetty tidak sungkan-sungkan makan nasi kotak bersama warga kelas bawah dan duduk di tempat seadanya.

Memang, di balik ketegasannya, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana ini merupakan seorang yang tanpa jarak dan peduli.

Ia juga sangat sopan. Tidak akan pergi begitu saja, sekali pun ia yang memberi bantuan. Hetty selalu pamit dengan mengatupkan tangan, sambil menunduk.

Suami nomor satu

Saat masih menjadi istri Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), satu hal yang ia tekankan pada para istri TNI adalah nomorsatukan suami.

“Saya ingin setiap ada suami di rumah, ibu-ibu ada di rumah. Persit adalah persit. Suami di rumah, anggota persit harus ada di rumah,” tegasnya pada pertemuan Kodim di Kebumen.

Bahkan, Hetty meminta untuk tidak perlu mempedulikan dirinya saat suami dari anggota persit TNI ini sedang di rumah.

“Tidak ada alasan, ibu ketum datang, bodoh amat. Ketum itu tidak ada apa-apanya dibanding suami ibu,” tandasnya.

Cukup melapor dengan sopan saja bahwa tidak bisa mengikuti kegiatan karena suami sedang di rumah.

“Pasti diizinkan, karena anggota persit itu banyak. Tapi suami ibu satu. Jangan sampai ada isteri pengganti iibu- ibu di rumah,” ungkap Diah Perkasa.

Kini, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Perkasa bukan lagi istri KASAD, melainkan istri Panglima TNI, Andika Perkasa.

Pendampingannya untuk Andika Perkasa sejak semasa kapten dengan seluruh penerimaannya, adalah bagian dari kesuksen yang kini diraih Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.

Selamat…
(ricke senduk)

Jend. Dudung Abdurachman, Mantan Loper Koran yang Kini Jadi KASAD ke-33

Andika Perkasa: Biografi Panglima Humanis

ANDIKA PERKASA: Rahasia Dibalik Panglima 1 Tahun

About Ricke Senduk

Jurnalis, Penulis, tinggal di Jakarta Selatan