Do Kwon dan Elizabeth Holmes memiliki perangai sama. Do Kwon menipu investor bahwa kripto buatannya stablecoin akan mendatangkan banyak urang, namun Do Kwon menggerogoti perusahannya sendiri hingga ludes. Holmes mengaku mesin ciptaannya dapat mendeteksi lebih dari 240 poenyakit. Ia memperoleh pendanaan karena banyak yang simpatik. Padahal itu mesin buatan orang lain dan tak terbukti manjur.
Namanya Elizabeth Holmes. Nama ini pernah terkenal seluruh dunia. Dikenal bukan karena kecantikannya. Melainkan perempuan muda penipu ulung. Elizabeth Holmes menjadi miliarder muda yang berhasil menipu investor untuk startup alat kesehatan Theranos. Holmes punya ide membuat alat pendeteksi berbagai penyakit, hingga 200 lebih penyakit, hanya dengan setetes darah. Melalui darah itu, Holmes mengklaim dapat mendeteksi berbagai penyakit. Ini alat sangat super canggih, katanya, Holmes mulai tebar pesona dan sibuk presentasi menggaet investor.
Holmes dan Theranos
Karena gagasannya menarik, berbau uang, banyak investor termasuk pendiri Oracle, Larry Ellison dan Mantan Menteri Luar Negeri AS, Henry K memberikan pendanaan pada Theranos. Alat deteksi canggih ini, Theranos, menjadi pembicaraan di berbagai kalangan. Termasuk kalangan kedokteran dan rumah sakit.
Melalui laporan investigasi seseorang bernama John Carreyrou, alat bikinan Holmes itu dinilai tidak tepat dalam mendeteksi jenis penyakit. Apalagi ratusan penyakit. Holmes marah dan menuduh John memfitnah. Ia terus berpromosi dan Holmes banyak memperoleh suntikan dana untuk alatnya. Baik pribadi orang-orang kaya yang simpatik pada penemuan Holmes.
Sementara itu John terus menyerang Holmes dengan mengatakan bahwa perempuan ini hanya membuat, bahkan melakukan penipuan. Pendapat ini diperoleh setelah Carreyrou melakukan perbandingan hasil tes darah dari beberapa alat tes umum dengan alat canggih milik Theranos. Alat yang dipakai untuk sebagian besar tes darah Theranos ternyata bukan hasil dari alat buatan perusahaan Edison seperti yang diklaim sebelumnya.
Kenyataannya, Theranos menggunakan alat tes darah dari perusahaan lain, yang bisa dibeli secara bebas dan murah. Untungnya, paten dari Theranos masih berupa ide. Meski Holmes sempat mengatakan bahwa Carreyrou iri terhadap pencapaiannya, gugatan demi gugatan terus bermunculan sejak saat itu. Termasuk hasil penelitian baru tentang alat pendeteksi “ karya” Elizabeth Holmes ini.
Setelah berbagai penyelidikan dan penyidikan terhadap Theranos dan Holmes, tahun 2016, badan regulator AS resmi melarang Holmes mengedarkan dan mengoperasikan layanan tes darah miliknya. Sejak saat itu, proses hukum terus berlanjut hingga pada akhirnya Holmes diputus bersalah atas empat dari 11 tuntutan terkait tindak penipuan investor.
Do Kwon dan TerraUST
Dalam banyak cara, apa yang dilakukan Elizabeth Holmes ini mirip dengan yang dilakukan Do Kwon melalui Token Terra Luna buatannya. Dalam banyak hal, Do Kwon ini mirip Elizabeth Holmes dalam mengakali investor.
Do Kwon adalah anak muda cerdas dan penuh simpatik, meski agak sombong. Ia membuat Stablecoin bernama UST yang dipeg dengan dolar AS. Dengan dukungan token Luna Stablecoin UST akan menjadi investasi menarik. Terlebih Do Kwon mengatakan bahwa ia memiliki banyak Bitcoin dan aset kripto lain untuk mendukung UST agar tetap stabil. Ia bahkan sesombong akan menjadi orang nomor satu yang memiliki Bitcoin terbanyak.
Beberapa investor tertarik dengan proposal dan White Papernya. Tak hanya investor perorangan, tapi juga investor kakap seperti Binance, Coinbase Venture, Pantera Capital hingga Jump Trading.
Kejatuhan UST ( Terra) dan Luna karena digerogoti sendiri oleh sang pemilik. Sumber bernama FatMan menyebut bahwa setiap bulan Do Kwon mengambil US$ 80 juta selama 16 bulan melalui berbagai dompet bayangan atau rekayasa Do Kwon. Sehari sebelum Terra Luna jatuh, Do Kwon telah membubarkan perusahaan TerraLabs dan membubarkan timnya.
Saat Terra dan Luna hancur, Do Kwon memberi ganti rugi ( benar-benar rugi ) kepada investornya dengan menciptakan 6,9 triliun Luna yang nyaris tak memiliki harga.
Saat melakukan proposal penentuan Luna baru ( Lunac), Do kwon dihkabarkan juga melakukan menipulasi melalui dompet bayangan sehingga, seakan validator terbesar setuju proposal Luna baru.
Dalam hal tipu daya, Do Kwon memang mirip Elizabeth Holmes. Sekarang, berbagai institusi dari kejaksanaan hingga pengacara dan SEC sereta FBI sedang berupaya menyeret Do Kwon ke pengadilan. Persis Holmes dulu. Bedanya, Holmes sudah merasakan sempitnya penjara. Do Kwon sedang menuju ke arah sana, jika semua tuduhan terhadapnya, terbukti. Sementara itu, Do Kwon sudah mengantongi triliunan rupiah, entah untuk apa, entah disembunyikan dimana.
KESIMPULAN
Baik Elizabeth Holmes maupun Kwon Do Hyung ( Do Kwon) adalah :
- Keduanya datang dari keluarga kaya raya
- Lulusan Universitas ternama
- Keduanya menjanjikan model bisnis baru yang revolusioner
- Keduanya menjanjikan keuntungan dan manfaat bagi investor
- Baik Holmes maupun Do berhasil menggaet investor ternama dunia
- Jika keduanya berbicara, tampak halus, namun sering nyinyir dan menganggap mereka heibat
- Keduanya berhasil menipu investor lebih dari US$ 10 miliar ( Rp 100 – 150 triliun)
- Holmes tahu produk yang dijual belum berfungsi namun ngotot menjalankan tes pada orang yang berpenyakit. Do Kwon tahu bahwa UST ( Terra) akan gagal dan dijadikan sapi perah tapi nekad menjual sebagai produk menguntungkan. Ia bahkan menjual Anchor kepada pensiunan Korea sebagai rekening tabungan aman meski dia tahu penuh risiko
- Homes dan Do Kwon gampang memecat karyawan jika mereka buka mulut. Yang diam membisu meski tahu ulah licik bos mereka, dipromosikan
- Dewan perusahaan Holmes maupun Do Kwon diisi kerabat dan orang-orang terpercaya.
- Kecurangan Elizabeth Holmes dibuka oleh John Carreyrou, sementara kecurangan Do Kwon dibuka oleh orang dengan nama samaran Fatman
- MS- Berbagai sumber Foto Voi dan Meramuda






