Ganjar tidak patuh pada partai saat PDI-P menjagokan Puan Maharani. Ganjarpun nyaris disingkirkan. Untung ada Jokowi yang memberi sinyal siapa calon presiden dengan cara menggandeng Ganjar kemana-mana.
Seorang presiden yang dicalonkan oleh Partai dan dipilih oleh rakyat, seperti apa posisi seyogyanya ? Sebagai Presiden petugas partai atau presiden yang mengabdi kepada rakyat.
Ketika seorang calon presiden dicalonkan sebagai calon presiden, parpollah yang menentukan calon itu. Seorang presiden jelas tergantung dari parpol saat pencalonan sebagai presiden. Tetapi sebagai parpol yang menunjuk seseorang sebagai capres, sebuah parpol tidak sendirian. Ada beberapa parpol yang bergabung atau berkoalisi mencalonkan seseorang sebagai capres.
Contoh jelas, ketika Jokowi maju sebagai capres, tak hanya PDI-P yang memilih ia menjadi calon presiden, melainkan beberapa Parpol. Selain PDI-P, ada Golkar, Gerindra, PKB, NasDem, PAN, dan PPP. Ketika capres pilihan Parpol dipilih oleh rakyat, otomatis, selesailah tugas parpol. Begitu menjadi seorang presiden, maka presiden bukan lagi milik parpol. Bukan lagi petugas partai, melainkan presiden sebagai kepala negara suatu bangsa atau rakyat sebuah negara.
Bahwa, seorang presiden akan selalu ingat jasa parpol, semua orang tahu dan maklum. Termasuk jika presiden memberi peluang kader parpol tertentu menjadi pejabat di bawah presiden. Ini hanya masalah hitung-hitungan balas jasa dan beaya menjadi presiden dimanapun di negara yang memiliki presiden kepada parpol.
Namun ketika seseorang telah menjadi presiden dan parpol selalu mengrecoki sang presiden, tanda parpol itu memilih dia untuk dijadikan “ kuda tunggangan”dari pada menjadikan seorang burung gagak yang mampu menggerakan burung-burung lain mengikutinya ke sarang makanan.
Menjadi presiden tidak boleh merangkap menjadi petugas partai, sebab dengan begitu, partai akan memanfaatkan petugas itu untuk mencari dana buat partainya. Presiden dijadikan mesin uang dan petugas yang siap disuruh mengerjakan apa saja.
Jika ada presiden seperti itu, biasanya, ia akan mengorbankan kepentingan nasional dan mengutamakan kesejahteraan dan kemauan partainya. Melihat seorang Ganjar yang sejak awal mementingkan pelayanan kepada masyarakat dan berani membangkang kepada partai, kecil kemungkinan seorang Ganjar ketika menjadi presiden, akan lebih mementingkan pelayanan kepada rakyata daripada partai.
Tetapi, waktu memang akan menentukan.
Nama Ganjar Pranowo, Puan Dilaporkan ke KPK
Hadiah Lebaran Buat Ganjar dan Indonesia
Usai Kena Sanksi PDI-P, Apakah Ganjar Siap ‘Nyapres’?
Piala Dunia U-20, antara FIFA-Indonesia dan Tahun Politik Menuju 2024
PESAN POLITIK 2024






