Ketua Umum Korsa Marhaen Indonesia (Komando) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PNI Marhaenisme, Ir. Ibnu Prakoso.
Seide. Id – “Untuk menyebut mereka, sulit lah mengungkapkan dengan kata kata sopan. Satu kata saja buat mereka : bajingan!” teriak Ir. Ibnu Prakoso, Ketua Umum Korsa Marhaen Indonesia (Komando) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PNI Marhaenisme, menanggapi berbagai skandal keuangan yang merugikan rakyat dan negara hingga triliunan rupiah. Terakhir di Ditjen Pajak dan Bea Cukai di Kementrian Keuangan RI.
“Mereka serakah luar biasa! Nggak memikirkan rakyat sama sekali. Hanya mencari keuntungan pribadi semata, “ kata Ibnu Prakoso, Marhenis yang kini genar mensosialisasikan kembali ajaran Bung Karno kepada Seide.id.
Ibnu mengutip pidato dan ucapan Presiden Soekarno yang paling dikenang dan aktual hingga kini, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.”
Nah inilah musuh dari bangsa sendiri. Mereka, anal anak bangsa yang ketagihan korupsi, yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain. “Mereka sama sama pengkhianat, “ kata pebisnis yang peduli pada perkembangan sosial politik tanah air ini.
Ibnu Prakoso, Ketua Umum Korsa Marhaen Indonesia (Komando) terobsesi menjaga dan perawat Marhaenisme, ideologi dasar yang melahirkan lima butir Pancasila.
Dijelaskan PNI merupakan Partai Politik yang didirikan Soekarno dkk, 4 Juli 1927 di Bandung yang bertujuan memerdekakan Indonesia. Tujuan kemerdekaan telah diraih, namun Bung Karno tak puas hanya meraih kemerdekaan.
“Beliau menegaskan untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa” katanya.
Mengenai berbagai perkembangan sosial politik kemasyarakatan mutakhir, dia sangat prihatin dengan tindakan tindakan yang makin menjauh dari Pancasila.
Korupsi dan penyalahgunaan wewenang bertentangan dengan semua sila dalam Pancasila, jelasnya. Melawan perintah tuhan, merusak kemanusiaan dan persatuan, kebersamaan dan mencederai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kerja keras Pak Jokowi untuk membangun kemandirian bangsa, mengambil kembali aset aset yang dikelola asing, kini dirusak oleh para pelaku kejahatan luar biasa – yang untuk mereka tak layak diucap dengan kata kata sopan, karena sangat keterlaluan kejahatannya. Mereka itu, bajingan! “ teriaknya. – dms





