Indonesia dan Iran tandatangani MOU tentang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Ketahanan Keluarga 

MoU Indonesia - Iran01

Potensi kerjasama yang dapat dikembangkan oleh kedua negara diantaranya adalah pertukaran pengalaman dan pembelajaran mengenai penanganan kekerasan terhadap perempuan, perkawinan anak, peningkatan kapasitas perempuan dalam kepemimpinan, pembuatan joint research dan policy recommendation pada isu kesetaraan gender dalam keluarga dan kunjungan studi pemberdayaan kewirausahaan perempuan di pedesaan, khususnya bagi penyitas kekerasan. 

OLEH HERYUS SAPUTRO SAMHUDI 

Seide.id 22/12/2023 – Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Kantor Wakil Presiden untuk Urusan Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran melakukan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MOU – Memorandum of Understanding) tentang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Ketahanan Keluarga. 

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dan Wakil Presiden Urusan Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran, Dr. Ensieh Khazali. Proses penandatanganan MOU dlakukan bersamaan dengan Tasyakuran Peringatan Hari Ibu ke-95 pada Jum’at, 22 Desember 2023 di Gedung BRIN, Jakarta.

MOU pertama Kemen PPPA dengan Iran berlangsung 30 Juli 2018 hingga 30 Juli 2020, dan diperpanjang lagi selama dua tahun hingga Juni 2022. MOU tahun 2023 ini akan berlaku untuk jangka 2 (dua)  tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 2 (dua) tahun berikutnya dengan pesetujuan tertuis kedua belah pihak melalui jalur diplomasi.

Wakil Presiden Urusan Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran Dr. Ensieh Khazali bersama Menteri PPPA Bintang Puspayoga  dan Foto Raka Mahendra .

Menteri PPPA menyatakan hubungan kerjasama Kemen PPPA dan Iran sepanjang tahun 2019 – 20221 sudah berlangsung secara baik dan telah menghasilkan beberapa kegiatan bersama / joint program dengan beberapa tema strategis, yaitu: Pemberdayaan perempuan melalui industri rumahan; Pelaksanaan Kota/Kabupaten  Layak Anak; Pemberdayaan Perempuan melalui ICT dan perlindungan anak dalam dunia siber dan implementasi pemberdayaan ekonomi perempuan kepala keluarga. 

”Memorandum Saling Pengertian (MOU – Memorandum of Understanding) tentang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Ketahanan Keluarga akan semakin mempererat kerjasama bilateral antar dua negara dan menunjukkan komitmen yang sama terhadap isu perempuan dan anak,” ucap Menteri PPPA.

”Kedepannya diharapkan kita bisa meningkatkan kembali kerjasama tersebut dengan berbagi praktik terbaik dan pertukaran informasi, menetapkan rencana aksi bersama, berpartisipasi dalam acara dan program pelatihan, serta bentuk proyek kolaboratif dan kerjasama lainnya,” lanjut Menteri Bintang. 

Beberapa potensi kerjasama yang dapat dikembangkan oleh kedua negara diantaranya adalah pertukaran pengalaman dan pembelajaran mengenai penanganan kekerasan terhadap perempuan, perkawinan anak, peningkatan kapasitas perempuan dalam kepemimpinan, pembuatan joint research dan policy recommendation pada isu kesetaraan gender dalam keluarga dan kunjungan studi pemberdayaan kewirausahaan perempuan di pedesaan, khususnya bagi penyitas kekerasan. 

Dr. Ensieh Khazali mengapresiasi hubungan kedua negara yang berkembang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.”Saya sebagai wakil perempuan di negara saya berharap hubungan  Iran dan Indonesia, makin berkembang di segala bidang, terutama di bidang perempuan dan keluarga, dan kita bisa semakin dekat di berbagai bidang. Antara lain pertukaran pendapat, kerjasama dalam mempertahankan model dan peranan keluarga yang sesungguhnya.“

“Saya percaya bahwa kaum perempuan harus bekerjasama lebih erat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, budaya dan sosial, melawan korupsi dan kekerasan,” lanjut Dr. Ensieh Khazali yang berharap dibentuknya komite gabugan, terdiri dari  para pakar perempuan dan keluarga agar kedua negara mengkaji bidang kerjasama bilateral, khususya bidang budaya dan ekonomi, serta pertukaran pengalaman oleh para perempuan dari kedua negara.* *

Avatar photo

About Heryus Saputro

Penjelajah Indonesia, jurnalis anggota PWI Jakarta, penyair dan penulis buku dan masalah-masalah sosial budaya, pariwisata dan lingkungan hidup Wartawan Femina 1985 - 2010. Menerima 16 peeghargaan menulis, termasuk 4 hadiah jurnalistik PWI Jaya - ADINEGORO. Sudah menilis sendiri 9 buah buku.