Ini Peristiwa Pembobolan Rekening Bank Nasabah Yang Bisa Diambil Pelajaran

Ini Peristiwa Pembobolan Rekening Bank Nasabah Yang Bisa Diambil Pelajaran

Banyak orang kehilangan uang mereka rekening pribadi, dan tidak banyak bank mau menggantinya. Cobalah hubungi media. Ceritakan dan lihat hasilnya.

Peristiwanya sederhana. Suatu hari, salah satu bank terbesar di AS dilaporkan menolak mengganti uang nasabah yang hilang, meskipun rekaman keamanan menunjukkan seorang penjahat mencuri uang tunai dari ATM.

Ketika media terlobat dalamkasus ini, hasilnya berbeda. 

Warga Berkeley, seskaligus nasabah Bank of America, Kyle Fischer mengatakan dia baru-baru ini menyadari bahwa uangnya telah hilang secara misterius dari rekeningnya. Dia segera memberi tahu departemen penipuan bank tersebut. 

Beberapa minggu kemudian, Fisher mengatakan dia menerima surat yang menyangkal klaimnya dan melontarkan tuduhan yang mengejutkan. “Kami menolak klaim penipuan Anda karena Anda melakukan penarikan ini. Jika Anda ingin melihat bukti yang kami miliki bahwa Anda melakukan transaksi, kami akan mengirimkannya kepada Anda.”

Fischer dengan senang hati menerima tantangan itu dan meminta  melihat buktinya. Begitu dilihat, dia mengatakan bahwa gambar yang ditonton adalah orang lain yang benar-benar mengambil uang tunai miliknya melalui ATM.

Fisher jelas tidak terlalu terkejut dengan gamba yang diambil dari CCTV ATM. Itu bukan fotonya. Bahkan mirip sedikit saja tidak. Yang di gambar itu adalah jelas seorang pria. Namun bank – seperti ulah bank di manapun- tetap bersikeras bahwa uangnya sudah diambil nasabah sendiri dan menolak mengganti. 

Saat itu, teman Fisher menyuruhnya untuk menghubungi kanal berita lokal dan membagikan kisahnya. Tim ABC7 News mengatakan mereka setuju bahwa gambar tersebut – yang belum dipublikasikan – tidak mirip dengan Fisher dan akan menjernihkan persoalan. 

Setelah menghubungi ABC7, bank tersebut tiba-tiba berbalik arah, membuka kembali kasus tersebut dan mengembalikan seluruh $1.640 yang telah dicuri dari nasabahnya. Setelah kejadian tersebut, bank mengeluarkan pernyataan singkat tentang masalah tersebut.

“Kami menangani pencurian identitas dengan sangat serius. Menyelesaikan masalah pencurian identitas adalah proses yang rumit, dan kami selalu berupaya meningkatkan pengalaman klien kami.”

Persoalan ganti uang nasabah selesai.  Tapi bagaimana  penjahat berhasil mengakses rekening Fisher di ATM belum diungkapkan.

Teknik tidak biasa yang dikenal sebagai metode “lem dan ketuk” menjadi populer di awal tahun ini dan memengaruhi pelanggan bank. 

Seperti di Indonesia, metode ini memerlukan penyemprotan lem ke pembaca kartu ATM, yang memaksa pelanggan untuk menggunakan fitur penyadapan nirkabel untuk mengakses akun mereka.

Ketika metode nirkabel digunakan, akun secara otomatis tetap terbuka untuk transaksi hingga pengguna melakukan logout.

Pelanggan yang tidak curiga kemudian pergi, membiarkan pencuri masuk dan menarik lebih banyak uang tunai milik nasabah atau data yang dicuri ari nasabah tersebut. 

Pihak Bank mestinya tahu, tapi tidak semua bank mau bertanggungjawab pada kelemahan sistem yang ada pada mereka sendiri.

Capres Usia 70 Tahun Digugat Nasib Prabowo di Tangan MK Hari ini

Masih Pakai Kartu ATM Magnetic? Ganti Segera, Gratis!

Skandal Bursa Kripto JPEX

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.